Breaking News:

Kembali Masuk Zona Oranye, Kegiatan di Taman Segitiga Emas Kota Kayuagung Ditiadakan

Cegah penyebaran Covid-19, Pemkab OKI meniadakan aktifitas di Taman Segitiga Emas Kota Kayuagung

ho/sripoku.com
Satgas penanganan dan pencegahan Covid-19 Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan menertibkan sejumlah pedagang di Taman Segitiga Emas Kota Kayuagung, Minggu (2/4/2021) pagi. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Satgas penanganan dan pencegahan Corona virus disease 2019 atau Covid-19 Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan menertibkan sejumlah pedagang di Taman Segitiga Emas Kota Kayuagung, Minggu (2/4/2021) pagi.

Hal tersebut dikarenakan Bumi Bende Seguguk kembali masuk zona oranye penyebaran covid-19.

"Untuk sementara seluruh warga tidak diperbolehkan melakukan aktivitas apapun seperti olahraga, lari, joging, gowes. Dikarenakan lokasi ini selalu terjadi kerumunan warga setiap akhir pekan," kata Sekretaris Satpol-PP OKI, Agma Yuska saat dihubungi, Minggu (2/4/2021) siang.

Agma menuturkan, selain itu aktivitas jual beli di area car free day (Hari bebas kendaraan-red) itu ditiadakan atas dasar instruksi langsung dari Bupati OKI.

"Puluhan petugas kita turunkan di lokasi sejak pukul 04.00 - 07.00 pagi. Untuk memberikan himbauan larangan berdagang hingga 2 minggu ke depan," katanya.

Sebab, masih kata Agma, kawasan pusat-pusat keramaian terus mengalami peningkatan pengunjung sehingga perlu ada antisipasi penyebaran virus corona atau covid-19.

Dijelaskan Agma, selama sepekan terakhir, angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten OKI mengalami peningkatan cukup signifikan.

"Satu minggu ini memang menjadi puncak dari Covid-19. Total pasien yang dirawat di ODP center Teluk gelam mencapai 11 orang dan yang dirawat di RSUD Kayuagung ada sekitar 5 pasien," 

"Maka dari itu satgas gabungan memperketat aktivitas warga demi menekan angka penyebaran covid-19 tersebut," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Mariah salah satu pedagang makanan merasa kecewa dengan adanya larangan berjualan tersebut.

Menurutnya, para pedagang dan warga yang berada di lokasi sudah menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak aman.

"Semestinya jangan ditertibkan, karena kami juga membutuhkan uang untuk menyambut hari raya Idul Fitri mendatang," ujarnya singkat. (nando)

Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved