Breaking News:

Jangan Sampai Sujud ke Ortu Bawa Virus, Mendagri Tito Minta Kepala Daerah Sepakat Larangan Mudik

Besok saya akan sampaikan ke seluruh kepala daerah, mudik lebih baik dilarang, masyarakat sebaiknya menahan diri untuk mudik," kata Tito.

sripoku.com/rahmaliyah
Mendagri Tito Karnavian saat mengunjungi RSUD Palembang Bari, Minggu (2/5/2021) 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Peningkatan angka kasus aktif yang terjadi di Sumatera Selatan telah mendekati rawan.

Karenanya, masyarakat diminta untuk menahan diri untuk tidak mudik ke kampung halaman. 

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan apalagi jelang lebaran ini terjadi mobilitas masyarakat meningkat.

Penularan bisa terjadi dimanapun, tanpa melihat klasternya. Bisa terjadi di Pasar, di restoran, tempat ibadah sekalipun. 

Profil Daniel Mardhany, Vokalis Band Deadsquad yang Terjerat Kasus Narkoba, Postingan Jadi Sorotan

"Saya minta konsisten, seluruh kepala daerah semua satu narasi.

Besok saya akan sampaikan ke seluruh kepala daerah, mudik lebih baik dilarang, masyarakat sebaiknya menahan diri untuk mudik, dengan melihat angka penyebaran yang mendekati rawan.

Jangan sampai tidak sadar membawa virus ketika sujud ke orangtua, boro-boro minta maaf ke orang tua malah menularkan," jelasnya, Minggu (2/5/2021).

Tito memaparkan, berdasarkan survei ketika kepala daerah tidak memberikan instruksi larangan mudik atau hanya diam saja akan ada 33 persen masyarakat yang akan melakukan mudik, saat tidak dilarang maka 11 persen yang akan mudik.

Sedangkan, saat ada kebijakan dilarang mudik dengan action dilapangan maka ada 7 persen masyarakat yang akan mudik. Kalau dibolehkan maka akan bisa diatas 33 persen masyarakat yang mudik. 

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved