Sebab Sejumlah Tunjangan di Ogan Ilir belum Cair, Dikeluhkan ASN Hingga Penyapu Jalan

Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ogan Ilir mengeluhkan terhambatnya pencairan sejumlah anggaran

Editor: Refly Permana
NET/ISTIMEWA
Ilustrasi tunjangan. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ogan Ilir mengeluhkan terhambatnya pencairan sejumlah anggaran yang memang menjadi hak abdi negara.

Diantaranya, pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), honor tenaga kerja sukarela (TKS), honor petugas penyapu jalan, hingga dana kegiatan kedinasan seperti ganti uang (GU) yang terhambat. 

Diduga, sebab pembayaran tunjangan penyapu jalan belum dibayar ini dikarenakan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Ogan Ilir, Sofia Yohanis sakit sehingga tak bisa bekerja selama hampir satu bulan.

Tiga Pilar di Kabupaten Lahat Sepakat Tolak Paham Radikalisme, Tak Ada Itu Perbedaan Ras dan Agama

Iyan, salah seorang petugas penyapu jalan mengaku hingga akhir April, ia dan rekan-rekannya belum menerima honor.

"Belum ada (gajian)," kata Iyan kepada TribunSumsel.com, Jumat (30/4/2021).

Iyan dan 134 petugas penyapu jalan lainnya kini masih menunggu pencairan honor sebesar Rp 1,6 juta perbulan itu.

"Mudah-mudahan bisa dibayarkan sebelum lebaran. Kalau saya pribadi tidak terlalu butuh, tapi masalahnya anak sama istri mau lebaran," kata Iyan.

Selain itu, kepala desa juga mengeluhkan terhambatnya pencairan gaji perangkat desa yang bersumber dari APBD.

Seharusnya, sejak awal Maret lalu dana untuk gaji tersebut dibayarkan.

BIKIN Malu, BEREDAR Surat Dinas OKNUM Lurah Minta Sumbangan THR ke Pengusaha: Seikhlasnya Saja

"Kami sedang menunggu. Gaji perangkat desa terhambat dan juga dana desa untuk alokasi BLT belum cair," kata seorang kepala desa yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Kabar absennya Sofia hingga mengakibatkan terhambatnya pencairan sejumlah anggaran, sampai ke Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar. 

"Berdasarkan laporan yang saya terima, yang bersangkutan (Sofiah) absen karena sakit dan diopname," kata Panca.

Panca pun memaklumi kondisi Sofiah tersebut dan memberinya waktu hingga benar-benar sembuh. 

"Tapi kalau kegiatan-kegiatan terhambat termasuk pencairan gaji, kami sudah minta bantuan agar berkas-berkasnya dapat diselesaikan saat di rumah sakit," ujar Panca. 

Namun itu pun menurut Bupati Panca merupakan opsi bagi kepala OPD yang berhalangan masuk kerja karena sakit.

Aksi Heroik Candra Tangkap Begal di OKU Selatan Berujung Kematian, 4 Pelajar Bawa Senpi Begal Cewek

Jika Sofiah merekomendasikan agar tugasnya didelegasikan kepada perwakilannya di BPKAD, maka keputusan tersebut juga harus dihargai.

"Karena memang yang bersangkutan sedang sakit. Jadi tidak mungkin di-pressure, takutnya malah lebih parah lagi sakitnya. Insha Allah tidak ada kendala.

Tinggal komunikasi, koordinasinya seperti apa," kata Panca.

Penulis: Agung

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved