Breaking News:

CPI Buka Puasa Bubur Ramadhan Bersama Pengurus dan Warga Sekitar Masjid Mahmudiyyah Suro

Buka puasa bubur Ramadhan sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan, diperkirakan telah berlangsung 1 abad lebih bersama jemaah dan warga sekitar

Editor: aminuddin
ist
Buka puasa bersama bubur daging Ramadhan CPI di Masjid Mahmudiyyah Suro, Jumat (30/4) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Organisasi Masyarakat (Ormas) Cakrawala Perjuangan Indonesia (CPI)  mela kukan buka puasa bubur daging Ramadhan di Masjid Besar Mahmudiyyah Suro pada hari Jumat (30/4).

Ustadz Fahmi selaku pengurus masjid mengaku sangat senang dengan kedatangan pengurus dan anggota dari CPI ke Masjid Besar Mahmudiyyah Suro untuk berbuka puasa bersama  bubur daging Ramadhan yang telah menjadi tradisi setiap bulan suci Ramadhan.

Tradisi ini diperkirakan telah berlangsung 1 abad lebih bersama jemaah masjid dan warga sekitar.

"Bubur ini selalu menjadi tradisi yang harus terus dilanjutkan dan kita patut bersyukur masih ada anak-anak muda dari CPI yang ikut serta dalam kegiatan bubur Ramadhan ini," ungkapnya.

Fahmi juga menjelaskan bahwa Masjid Mahmudiyyah Suro ini didirikan oleh KH.Abdurrahman Delamat dan Kiagus Khotib Mahmud yang hidup satu masa dengan ulama terkenal di Palembang yaitu KH Masagus Abdul Hamid (Kyai Marogan).

Foto bersama pengurus dan anggota CPI dengan pengurus Masjid Mahmudiyyah Suro, Jumat (304) (ist)
Foto bersama pengurus dan anggota CPI dengan pengurus Masjid Mahmudiyyah Suro, Jumat (304) (ist) 

Menurut Raden Muhammad Iilmi,  tradisi yang ada di Palembang memiliki kemiripan dengan tradisi bubur Ramadhan warisan Sunan Bonang  di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, yang sudah berjalan dari abad ke 14 Masehi.

"Dapat kita lihat bahwa bubur merupakan salah satu cara dakwah dari ulama terdahulu dalam membumikan Islam di Nusantara, penduduk lokal di Nusantara menjadikan beras sebagai makanan pokok sehingga para ulama terdahulu menjadikan bubur sebagai makanan untuk membatalkan puasa karena isinya adalah nasi yang diberi air sehingga lembut membuat orang tidak lama dalam menyantap bubur yang ada karbohidrat sehingga jarak antara berbuka dengan makanan dan mendirikan shalat Magrib tidak lama,"pungkasnya.

Seorang juru masak tengah memasak bubur daging Ramadhan (ist)
Seorang juru masak tengah memasak bubur daging Ramadhan (ist) 

Salah seoran pemuka agama Ustadz Siddiq  berharap  di Palembang akan banyak lahir orang-orang seperti Anggota CPI.

"Semoga makin banyak orang seperti CPI yang punya jiwa sosial dan kesadaran bermasyarakat yang tinggi," harapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved