Breaking News:

Mudik Lebaran 2021

Jalur Tikus Disekat, Cegah Pemudik Masuk ke Sumsel, Polda Sumsel Kerahkan 2100 Personil

Polda Sumatera Selatan manambah personil di lapangan untuk menyekat jalur-jalur tikus yang kerap dilalui masyarakat pada mudik lebaran 2021 nanti.

SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Sebuah Bus AKAP dan mobil pribadi, keluar dari pintu Tol Keramasan, Sabtu (24/4/2021). Menyikapi larangan Mudik Lebaran 2021 yang telah dikeluarkan pemerintah, dimulai tanggal 6-17 Mei 2021, banyak warga mudik lebih awal, terbukti kini banyak ditemukan plat luar mengaspal di kota Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polda Sumatera Selatan manambah personil di lapangan untuk menyekat jalur-jalur tikus yang kerap dilalui masyarakat pada mudik lebaran 2021 nanti.

Sebanyak 2100 personil disiapkan untuk mengantisipasi masyarakat yang tetap nekat untuk melakukan mudik lebaran.

2100 personil ini nantinya akan ditempatkan untuk melakukan penyekatan di perbatasan Kabupaten dan juga Provinsi.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis F Hotman Sirait, nantinya personil yang diturunkan akan berjaga di 46 posko penyekatan.

Diantaranya ada delapan titik provinsi yang dilakukan penyekatan dan 38 titik antar kabupaten kota.

"Tahun ini kita akan melakukan penyekatan 46 titik baik provinsi maupun tingkat kabupaten kota. Yang mana terdapat delapan provinsi dan 38 kabupaten akan dilakukan penyekatan arus mudik lebaran 2021," kata Hotman, Kamis (29/4/2021).

Tak hanya pihak kepolisian, nantinya dalam pos sekat yang didirikan akan ada banyak stakeholder terdiri dari Dinas Kesehatan, TNI, Satpol PP dan ada pihak terkait.

"Siapa saja yang melintas semuanya sudah ada ketentuannya. Misalkan ia melakukan perjalanan dinas maka akan diminta surat tugas dan setempel basah. Kemudian untuk orang mau berobat mau melahirkan mengantarkan bahan sembako, BBM serta damkar semua boleh melintas," lanjut Hotman.

Ketika ditanya soal mudik lokal antar kabupaten kota di Sumsel, sosok Direktur Lalu Lintas ini mengatakan sesuai surat pemberitahuan dari Gubernur nantinya setiap pos sekat akan disediakan pemeriksaan kesehatan seperti antigen maupun genose.

"Itu dilakukan untuk memastikan bahwa seorang yang berpindah dari kabupaten ke kabupaten lainnya itu tidak positif Covid-19.

Jika seorang dinyatakan positif jadi akan dilakukan isolasi mandiri tidak meneruskan perjalanan mudiknya," ujar Hotman.

Di Racun Tikus Ada, Kandungan Bumbu Sate yang Dimakan Anak Ojol, Polisi : Mudah Didapat

Penulis: Bayazir Al Rayhan
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved