Breaking News:

Pelajar SMP Tenggelam di Sungai Kelingi

BREAKING NEWS : Jasad Fakri Ditemukan Tak Jauh Lokasi Tenggelam, Tersangkut di Kayu Sungai Kelingi

Pelajar berusia 14 tahun ini sebelumnya hanyut tenggelam saat menyebrang dekat Jembatan Pertamina Kelurahan Linggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara

Tribunsumsel/Eko
Jasad Fakri Nuzadilah seorang pelajar kelas I SMP di Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) tenggelam saat mandi di Sungai Kelingi akhirnya ditemukan, Kamis (29/4/2021) sekira pukul 9.05 WIB 

SRIPOKU. COM, LUBUKLINGGAU - Setelah hilang semalaman jasad Fakri Nuzadilah seorang pelajar kelas I SMP di Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan (Sumsel) tenggelam saat mandi di Sungai Kelingi akhirnya ditemukan, Kamis (29/4/2021) sekira pukul 09.05 WIB. 

Pelajar berusia 14 tahun ini sebelumnya hanyut tenggelam saat menyebrang dekat Jembatan Pertamina Kelurahan Linggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Jasad pelajar SMP 3 Negeri Lubuklinggau ini ditemukan kondisinya tersangkut di kayu tak jauh dari lokasi pertama ia dinyatakan tenggelam.

Setelah ditemukan jasadnya langsung dibawa tim gabungan ke rumah duka di Jalan Mangga Besar Lintas, RT 06 Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Sebelumnya Koordinator Basarnas wilayah Kota Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara Ivan mengatakan pihaknya merima informasi tentang musibah kondisi membahayakan manusia pukul 14.00 WIB.

"Saat itu kami langsung cek ternyata benar, kami angsung turun.

Kami langsung bergabung dengan masyarakat, TNI Polri dan Tagana yang sudah lebih dahulu melakukan pencarian lebih dahulu," ungkapnya.

Ia menyampaikan kronologis korban tenggelam ketika tengah bermain dengan temannya di Sungai Kelingi, para temannya berhasil selamat sementara korban hanyut tenggelam.

"Kami dari Basarnas menurunkan tim satu regu bergabung dengan tim gabungan lainnya, jadi kami bahu-bahu mencari sampai dengan saat ini," ujarnya.

Sebagaimana prosedur penanganan bencana tenggelam operasi pencarian akan dilakukan sampai korban ditemukan dan apabila tidak ketemu akan dihentikan tujuh hari kedepan.

Untuk tim penyelam diturunkan dua orang untuk pencarian, kendalanya kemarin kondisi air sangat keruh, medannya bebatuan dan banyak puing-puing bambu tajam.

"Sebelum turun kita brifing dulu dan berdoa agar kawan-kawan penyelam bisa selamat," tambahnya.(Eko/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved