Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Blak-blakan Strategi Sriwijaya FC Kembali ke Liga 1 (1): Liga 2 Bukan Tempat Kami

Baik Coach Nil maupun Manajer SFC M Fadli menyatakan persiapan matang dilakukan mulai dari berburu pemain hingga finansial.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPO/RAHMAD ZILHAKIM
Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Weny Ramdiastuti (tengah) saat wawancara khusus Manajer SFC M Fadli (kiri) dan pelatih SFC Nil Maizar (kanan) disalah satu sudut tribun Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, beberapa hari lalu. 

MUSIM 2019 lalu, Sriwijaya FC butuh selangkah lagi kembali ke Liga 1, namun kandas di babak semifinal bahkan play off. Banyak hal yang menjadi kendala baik teknis maupun non teknis. Belajar dari pengalaman itu, pelatih Nil Maizar dan Manajer Sriwijaya FC Muhammad Fadli bertekad membawa klub ini kembali di Liga 1. Dalam wawancara dengan Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel Hj Weny Ramdiastuti, baik Coach Nil maupun Manajer SFC M Fadli menyatakan persiapan matang dilakukan mulai dari berburu pemain hingga finansial agar dapat bersaing di Liga 2 yang terkesan lebih keras dari Liga 1. Berikut petikan wawancaranya beberapa hari lalu.

SRIPO: Apa kabar coach, kapan dari menjemput istri dan anak?
Nil Maizar (NM): Kabar baik mbak. Sudah lima hari mereka di sini. Rabu kemarin.

SRIPO: Pak Manajer, lobinya seperti apa sampai menghadirkan seorang coach Nil Maizar?
Muhammad Fadli (MF): Beliau ini kan punya pengalaman, punya track record sebagai pelatih Timnas Indonesia 2012. Jadi target kita SFC ke Liga 1, saya butuh pelatih berpengalaman. Baik di domestik maupun di mancanegara.

SRIPO: Kaget gak diminta untuk SFC?
NM: Antara ya dan gak. Masih normal aja sih. Saya di manapun berharap. Itu kan rezeki, mau di Liga 1, di Liga 2. Yang penting kalau hati saya bilang ya, saya akan berangkat.
Hati bilang ya, kebetulan Pak Fadli intensitasnya tinggi sama Bang Indrayadi (Dirtek PT SOM) komunikasi dengan saya dan itu memang ada beberapa pilihan waktu itu. Cuma pilihan untuk Sriwijaya, cepat dia. Yang lain saya bilang kalau memang duluan, mungkin Sriwijaya gak. Jadi ada beberapa pilihan setelah saya tidak di Persela Lamongan lagi. Kontrak saya habis di Lamongan. Kita tidak ada kesepakatan, ya berpisah.

SRIPO: Berarti nilai SFC lebih tinggi?
NM: Ya bisa dibilang begitu. Karena kan begini semuanya kalau saya sih tergantung feeling aja dan rasa nyaman. Karena Sriwijaya ingin dia ke Liga 1. Dan itu buat saya belum pernah di Liga 2. Ada tantangan tersendiri buat saya, dan saya Bismillah. Yang penting kita di dalam klub itu antara manajemen, pemain, pelatih itu satu keinginan.

SRIPO: Jadi gak ada rasa apa ya, SFC itu kan identik dengan RD (Rahmad Darmawan). Ada gak rasa semacem imperial dari uda Nil Maizar menghadapi nama besar RD, kemudian juga merasa agak direndahkan barangkali karena ini Liga 2.
NM: Jangan berpikiran begitu. Kalau kita berpikiran begitu kita gak ke sini. Karena sepakbola itu sama saja. Cuma pandangan ini Liga 2 ini Liga 1 okelah. Itu kan status. Cuma yang harus diingat ketika ini Liga 2 ada keinginan yang murni, untuk ke Liga 1 dengan cara apapun. Kita harus siap di situ. Kota bukan memandang siapa, tetapi berpikiran bagaimana SFC ini bisa ke Liga 1.

SRIPO: Pak Manajer ada gak chemistrynya dengan uda Nil Maizar?
MF: Ada, jadi begini pertama kali kota kontak coach Nil saya bicaralah dulu kami sepatah dua katalah bagaimana visi misi ke depan. Beliau juga tanya keinginan Sriwijaya. Apakah seperti pelengkap di liga. Saya bilang tidak coach. Kami punya keinginan kembali ke Liga 1, karena ini (Liga 2) bukan habitat kami.
Makanya saya bilang tadi SFC dengan kebesaran namanya, punya histori yang luar biasa, salah satu klub yang punya banyak gelar di Indonesia. Jadi makanya temanya back to habit Liga 1. Kita kembalikan ke habitat kita. Itulah tema SFC. Ya kalau sekarang itu dalam tanda kutip, agak sedikit kecelakaan turun ke Liga 2. Ya sudah, yang lalu biar berlalu tidak boleh mengingat masa lalu. Kita berpikir hari ini ke depan. Bagaimana kita mengembalikan kejayaan Sriwijaya FC ke depan.

SRIPO: Tapi dari sisi finansial kita pengen tahu. Apalagi belakangan ada Sultan-Sultannya masuk ke ranah bola. Ada Raffi Ahmad, diduga juga ada Ahmad Dhani seperti itu dan juga ada orang-orang tajirlah. Sementara SFC ini duitnya berapa banyak untuk bisa mengembalikan ke Liga 1?
MF: Semangat. Kita akan kerja banyak di Sumsel ini orang yang peduli dengan SFC. Tentunya kita harus lakukan komunikasi-komunikasi intens dengan mereka. Setelah saya beberapa kali saya bertemu dengan para pengusaha, mereka juga besar harapannya dengan SFC. Dan mereka siap ada di belakang SFC.

SRIPO: Bagaimana dengan BUMN PTBA yang dulu punya peran yang sangat besar. Tapi kemudian belakangan apakah karena pandemi, itu tidak menggelontorkan sebesar itu. Gimana upaya Anda sebagai manajer?
MF: Dari perkenalan tim, Pak Gubernur juga sudah bilang bahwa sponsor tradisional dikatakan oleh beliau itu tetap support di SFC. Kami katakanlah anak-anak muda saya akan rangkul semua anak muda yang punya potensi di Sumsel untuk sama-sama kita memikirkan bagaimana membangun SFC baik dari materi, segala hal untuk biar SFC ini maju. Itu harapan kita bersama sama. Harus yakin dulu.

SRIPO: Coach Anda kan mentargetkan sebelum bulan puasa sudah direkrut sejumlah pemain yang punya nama. Tapi kenyataannya ini udah bulan puasa.
NM: Ya mungkin kita sebenarnya kan bukan bintang-bintang sekali. Tapi cuma pemain di Liga 1 itu kan punya pengalaman yang bagus. Besok mungkin tanggal 14 nanti ada dua yang datang. Namanya Lucky Wahyu (midfield attack), dan Feri Sistianto (stoper/centre back).
Apakah mereka menjadi pemain utama kita, iya. Apakah dia akan menjadi pemain hebat di sini, belum tentu. Karena tergantung dari dia. Jangan para pecandu sepakbola orang yang nitizen ingin oh dia menjadi tulang punggung. Iya. Tapi jangan mengharapkan sepakbola itu sesuai dengan ekspektasi mereka. Karena kita hanya bekerja sesuai dengan yang kita inginkan.
Kalau saya bicara dengan Pak Manajer, kita ambil A, kita ambil B, kita ambil C, ini kebutuhan kita sesaat. Yang ini yang kita butuhkan untuk kita maju ke Liga 2. Apakah menjamin ini akan lebih hebat, belum tentu. Tapi prosesnya harus kita bikin. Masing-masing posisi itu harus ada A, ada B, C dengan kompetensi mereka masing-masing dan mereka bersaing di situ. (fiz)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved