Breaking News:

Upaya Pencegahan Karhutla 

Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Sekitar Hutan Sebagai Upaya Pencegahan Karhutla 

Sudah banyak cara dan langkah untuk mengatasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang telah dilakukan oleh pihak pemerintahan

Editor: Salman Rasyidin
ist
Ernita Sriwahyuni, SP 

Sementara konsep CSR cen­de­rung menempatkan pemangku kepentingan sebagai obyek.  Perusahaan seyogyanya lebih menerapkan CSV dibanding CSR.

CSR tidak sama dengan CSV, meski keduanya mem­punyai landasan yang sama yaitu "doing well by doing good."

Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa CSR berbicara tentang “responsibility”, sedangkan CSV sudah me­napak pada penciptaan nilai bersama/ creating value. CSV adalah transformasi atau pengembangan dari CSR.

Secara detil CSV didefinisikan sebagai sebuah konsep yang mengharuskan perusahaan memainkan perangan dau ntuk menciptakan nilai ekonomi (economic value) dan ni­lai so­sial (social value) secara bersama-sama (shared), tanpa ada salah satu yang diu­ta­makan atau dikesamping kan.  

Memberikan solusi terhada persoalan–persoalan e­ko­nomi, sosial, dan lingkungan bukanlah pekerjaan sampingan, tapi haruslah tertanam di dalam jantung strategi perusahaan.

Sedangkan CSR sendiri adalah sebuah jawaban pe­rusahaan yang mewujudkan keseriusan dan tanggung jawabnya terhadap masyarakat sekitar dalam kegiatan bisnisnya.

Tidak dapat dipungkiri, program yang berjalan umum­nya masih bersifat Buttom Up atau Top Down, dan jarang bersifat partisipasif.

Selain hal tersebut, usulan program yang Buttom Up pun belum mencerminkan kebutuhan yang sebenarnya (karena umumnya proposal yang diajukan sebagai program lebih banyak men­cerminkan charity dan kepentingan dibandingkan dengan kebutuhan yang sebe­nar­nya).

Jadi jelaslah bahwa DMPA ini merupakan sebuah konsep program yang disusun dengan mengilhami Konsep CSR dan CSV.

Program DMPA ini memprioritaskan pada pe­ning­katan ekonomi dengan menciptakan nilai social di dalam kebersamaan antara pengusaha dan masyarakat tercermin didalam 6 tujuan DMPA tidak hanya bersifat charity akan te­tapi menekankan pada keberlanjutan dari program tersebut.

Didalam Pelaksanaannya Progress perkembangan program DMPA juga akan selalu di­mo­nitoring dan dievaluasi agar dapatmen jadi lebihbaik dari waktu kewaktu, secara berkala akan dilakukan kegiatan monitoring atas implementasi program DMPA.

Mo­ni­to­ring akan mengidentifikasi kemajuan dan tantangan pelaksanaan program, dan se­lan­jutnya secara bersama-sama akan dicarikan opsi jalan keluarnya.

Setiap satu tahun seka­li, program DMPA akan dievaluasi untuk melihat beberapa hal kunci diantaranya

(1) perkembangan dan hasil usaha ekonomi produktif dan dampaknya dalam meningkatkan pencapaian dan ketersediaan sumber pangan masyarakat,

(2) menurunnya potensi ke­ba­karan hutan dan lahan sebagai hasil dari perubahan praktek praktek bertani dan berkebun tan­pa bakar,

(3) pengetahuan akan batas konsesi dan batas kepemilikan dana tau areal pengelolaan masyarakat yang pada gilirannya mampu mendukung penyelesaian konflik la­han (jika ada).  

(4) Kesadaran dan partisipasi pemerintah desa dan warga dalam pencegahan dan penanganan kebakaran.

Tentusaja didalam proses implementasi program DMPA ada banyak permasalahan dan tan­tangan yang dihadapi seperti apa yang penulis amati di  PT. Rimba Hutani Mas dan PT. Sumber Hijau Permai Mitra Pemasok APP Sinar Mas antara lain.

(1) Sulitnya me­ru­bah cara pandang masyarakat desa yang masih menginginkan mencari uang dengan cara instant.

(2) Minimnya kelembagaan ekonomi desa yang dapat ditunjuk sebagai lembaga pe­ngelola program.

(3) Tingkat Pendidikan masyarakat setempat yang masih rendah.

(4) Ketidak lengkapan admin istrasi kependudukan ditingkat desa, sehingga dikhawatirkan jika tanpa KTP diperbolehkan, maka masyarakat desa memasukkan sembarang orang se­hingga akan timbul permasalahan baru.

(5) Adanya ketidak harmonisan antara pe­me­rintah desa dengan kelompok masyarakat desa, sehingga apa yang telah disepakati de­ngan salah satu pihak di permasalahkan oleh pihak yang lain.

(6) Menentukan cara ter­baik dan efektif untuk budidaya tanaman, peternakan, perikanan, pengolahan hasil dan pe­masaran bagi masing - masing desa.

Dengan adanya proses monitoring dan evaluasi yang telah direncanakan sedemikian hi­ng­­ga diharapkan akan ada solusi-solusi yang memumpuni untuk menyempurnakan pro­gram–program yang telah dicanangkan didalam DMPA ini.

Kedepannya diharapkan dengan berjalannya program DMPA ini dapat meningkatkan ta­raf perekonomian ma­sya­rakat desa tersebut, serta memberikan kecukupan sandang dan pa­ngan tidak hanya ba­gi masyarakat desa tersebut tetapi bagi masyarakat Indonesia se­cara keseluruhan.

Hal ini juga akan berdampak semakin berkurangnya masyarakat yang mencoba mem­bu­ka lahan de­ngan membakar yang berujung pada menurunnya kebakaran hutan dan la­han.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved