Breaking News:

Dua Saksi Mangkir dari Panggilan Kejati Sumsel Kasus Kredit Modal Kerja Bank Sumsel Babel 2014

Khaidirman mengaku tidak mengetahui secara rinci kapasitas saksi yang dipanggil itu, dikarenakan pemanggilan tersebut hanya berupa nama.

sripoku.com/chairul nisyah
Augistinus, terpidana kasus kredit modal kerja di Bank Sumsel Babel tahun 2014. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumsel kembali melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus korupsi kredit modal kerja di Bank Sumsel Babel tahun 2014 lalu.

Dalam perkara ini, setidaknya ada kerugian kas daerah senilai 13,4 miliar rupiah, dan telah menjebloskan seorang terpidana bernama Augustinus Judianto ke dalam penjara dengan masa hukuman 8 tahun.

Dikonfirmasi pada Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman SH MH, membenarkan adanya pemanggilan pada dua orang saksi atas kasus korupsi kredit modal kerja di Bank Sumsel Babel ini.

Harga Getah Karet di PALI 28 April, Petani Karet Kencangkan Ikat Pinggang Saat Lebaran Sudah Dekat

"Benar sebagaimana surat perintah pemanggilan untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut hari ini ada dua nama yakni M Ali Suharsono serta Nendra Yogi Hadiputro, namun keduanya mangkir dari panggilan tanpa keterangan," ujarnya pada awak media, Rabu (28/4/2021).

Namun Khaidirman mengaku tidak mengetahui secara rinci kapasitas saksi yang dipanggil itu, dikarenakan pemanggilan tersebut hanya berupa nama.

"Nanti akan kita jadwalkan ulang panggilan saksi-saksi guna kembali mengumpulkan beberapa alat bukti dalam proses penyidikan," ujarnya.

Untuk diketahui, perkara ini bermula saat terpidana Augustinus Judianto selaku Komisaris PT Gatramas Internusa bersama Direktur PT Gatramas Internusa Hery Gunawan (telah meninggal dunia) mendapatkan Kredit Modal Kerja (KMK) dari Bank Sumsel Babel, dengan agunan mesin bor untuk tambang minyak jenis Top Drive Brand Tesco USA Type 500 HC750 Hidraulic Top Drive Sistem, serta dua bidang tanah.

Susunan Pemain PSG vs Manchester City di Liga Champions Malam Ini Live Streaming SCTV Neymar Main

Dalam perjalanannya, ternyata nilai agunan tersebut diduga dimark up sehingga negara mengalami kerugian senilai Rp 13,4 miliar.

Pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin lalu (3/1/2020), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel kala itu menuntut Augustinus Judianto dengan pidana 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan. 

Selain itu, Augustinus Judianto dituntut membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 13,4 miliar, jika uang itu tidak dibayar maka harta bendanya disita untuk dilelang dan apabila harta bendanya tidak mencukupi jumlah kerugian negara diganti dengan hukuman 6 tahun penjara.

Halaman
12
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved