Breaking News:

KRI Nanggala Tenggelam

'Semua Warga Doa' Sersan yang Rajin Sholat Itu Kini Berpatroli di Keabadian Bersama KRI Nanggala-402

Meski harus pulang pergi, Surabaya-Bangkalan, Eko tetap rajin beribadah di mushala. Selama Ramadhan, kebiasaannya bertambah, Eko rajin tadarus sehabis

Editor: Fadhila Rahma
(DOK KELUARGA)
Serda Eko Prasetyo dikenal sosok yang ramah, santun dan rajin ibadah selama tinggal di perumahan Pondok Halim II Burneh, Bangkalan. 

SRIPOKU.COM - Salah satu awak KRI Nanggala-402, Serda Eko Prasetyo (34), dikenal warga Perum Pondok Halim II, Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Bangkalan, sebagai sosok yang ramah.

Paman Eko, Abdul Wahed mengatakan, pria berpangkat sersan itu rajin beribadah secara berjemaah di kompleks perumahan.

Meski harus pulang pergi, Surabaya-Bangkalan, Eko tetap rajin beribadah di mushala. Selama Ramadhan, kebiasaannya bertambah, Eko rajin tadarus sehabis tarawih.

"Sehabis tarawih, Eko biasanya rebahan di emper musala sambil menunggu giliran tadarus karena mendahulukan anak-anak tadarus duluan," ujar Wahed saat dihubungi melalui telpon seluler, Senin (26/4/2021).

Wahed menambahkan, terakhir bertemu dengan Eko usai shalat Tarawih pada Kamis (15/4/2021).

Baca juga: Ampun Pak Ampun Pria yang Lecehkan Istri Korban KRI Nanggala 402 Berubah Cengeng Usai Kena Cambuk

Baca juga: Posisi 53 Awak di Bagian KRI Nanggala yang Terbelah, Singapura Sedih, MV Swift Rescue Telah Membantu

FOTO ARSIP - Heli Bell 412 EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara 1 Puspenerbal bermanuver di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402, saat Latihan Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014 di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014)
FOTO ARSIP - Heli Bell 412 EP milik Skuadron Udara 400 Wing Udara 1 Puspenerbal bermanuver di atas Kapal Selam KRI Nanggala-402, saat Latihan Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014 di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014) (ANTARA FOTO/Eric Ireng)

Setelah pertemuan itu, Wahed sudah tidak bertemu lagi dengan Eko. Selain dikenal rajin ibadah, Eko yang lahir di Kebumen, Jawa Tengah tahun 1987 ini, sosok yang santun dalam bergaul dengan orang lain.

Bahkan, ayah dua anak ini enggan berbicara dengan orang lain jika isi pembicaraannya tidak bermanfaat.

"Orangnya kalau tidak diajak bicara, enggan bicara duluan. Dia sopan sekali perangainya," imbuh Wahed.

Ketua RT 9 Perum Pondok Halim II, Sudaili mengaku sangat terpukul atas kehilangan Eko Prasetyo.

Meski baru empat tahun tinggal di perumahan itu, namun sosok Eko dikenal sebagai warga yang ramah dan santun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved