Breaking News:

Berita Eksklusif

Pengetatan Mudik Belum Berlaku, Pemudik Masih Bebas Lewat Jalan Tol

Pada masa larangan mudik lebaran nantinya, Yusuf mengaku bakal ada penyekatan dari Dirlantas Polda Sumsel di pintu masuk tol.

SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Sebuah Bus AKAP dan mobil pribadi, keluar dari pintu Tol Keramasan, Sabtu (24/4/2021). Menyikapi larangan Mudik Lebaran 2021 yang telah dikeluarkan pemerintah, dimulai tanggal 6-17 Mei 2021, banyak warga mudik lebih awal, terbukti kini banyak ditemukan plat luar mengaspal di kota Palembang. 

PALEMBANG, SRIPO -- Meski pemerintah telah mengeluarkan aturan larangan mudik lebaran, namun kendaraan plat luar Sumsel masih dengan bebas keluar-masuk via jalan tol Palembang-Lampung, Senin (26/4/2021).

Deputy Pembangunan Jalan Tol Kapal Betung PT Waskita Sriwijaya Tol, Yusuf Ar Rosadi mengatakan sampai saat ini ada sekitar 8.000 kendaraan roda empat yang melintas melalui jalan tol Palembang-Kayuagung. 30 persen diantaranya berasal dari kendaraan luar Provinsi Sumatera Selatan. 

"Belum ada peningkatan berarrti jumlah kendaraan yang lewat. Tetapi 30 persen dari total kendaraan lewat tol merupakan kendaraan luar plat Sumsel," katanya. 

Dijelaskannya, kendaraan yang melintas pada umumnya di dominasi plat BG asal Sumsel. Sementara dari luar Sumsel beberapa kendaraan berplat B,  BE,  D, BK dan sejumlah plat luar Sumsel lainnya terlihat hilir-mudik. 

"Kalau sehari-hari sebelum larangan mudik memang banyak kendaraan luar Sumsel yang lewat. Tetapi pada umumnya masih didominasi BG," jelas Yusuf. 

Pada masa larangan mudik lebaran nantinya, Yusuf mengaku bakal ada penyekatan dari Dirlantas Polda Sumsel di pintu masuk tol Keramasan Palembang. Sementara untuk perbatasa Sumsel-Lampung, sekat bakal diterapkan di Pematang Panggang. Sesuai regulasi yang dikeluarkan pemerintah, pada masa larangan mudik kendaraan bakal disuruh putar balik. 

"Sesuai regulasi pemerintah, pada masa larangan mudik dilarang melintas," ungkapnya. 

Operasi penyekatan untuk pencegahan mudik lintas provinsi di Sumsel direncanakan dipercepat. Hal ini sesuai dengan addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya Idulfitri Tahun 1442 H dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan.

Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Cornelis Ferdinan Hotman Sirait, mengatakan,  operasi penyekatan dipercepat karena diprediksi banyak masyarakat yang ingin mendahului melakukan mudik sebelum larangan mudik diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021.

Cornelis menyebutkan, ada 2.500 personal  dari gabungan TNI Polri, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dishub dan Damkar yang akan disiagakan di pos pengamanan (pospam) dan penyekatan di sejumlah daerah perbatasan. 

"Nantinya masyarakat yang melintas akan ditanya tujuan melakukan perjalanan, apakah untuk mudik atau bukan. Jika ASN akan diminta surat dinas. Kendaraan sembako, obat, ambulans boleh melintas," tuturnya. 

Ia menjelaskan,  operasi penyekatan akan dilakukan berada di 10 lokasi di Sumsel yakni tiga titik di pintu keluar (exit) tol Indralaya, Keramasan dan Kayuagung dan tujuh sisanya m di jalan arteri perbatasan Sumsel dengan Lampung, Jambi, dan Bengkulu.

Demi mengoptimalkan operasi penyekatan juga dilakukan koordinasi antara Polda Banten, Lampung, Sumsel. Nantinya juga disiagakan juga petugas di rest area melalui koordinasi dengan dinas terkait.

"Merapatkan pos pengamanan di Mesuji Polres OKI taruh pos di situ berdekatan.  Double check di dua arah berbeda sehingga penjagaan ketat sekali," ujar Cornelis.  (oca/mg3)

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved