Breaking News:

Misteri Penyelundupan Penumpang Dari Luar Negeri Terungkap, Bayar Rp 6,5 Juta Tak Dikarantina

Aksi penyelundupan penumpang kedatangan dari luar negeri tercium polisi, dugaan adanya mafia di balik kedatangan luar negeri di Bandara Soekarno-Hatta

Istimewa / Kompas.com
Antrean layanan rapid test antigen terjadi di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (21/12/2020). Para penumpang memilih layanan rapid test antigen di bandara untuk kemudian hasilnya langsung dipakai sebagai syarat untuk bisa terbang. 

SRIPOKU.COM -- Aksi penyelundupan penumpang kedatangan dari luar negeri tercium polisi, dugaan adanya mafia di balik kedatangan luar negeri di Bandara Soekarno Hatta terkuak.

Polisi mencium adanya aksi menyelundupkan penumpang kedatangan luar negeri untuk masuk Indonesia tanpa karantina. Syaratnya, harus membayar Rp 6,5 juta.

Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD diduga menyerahkan sejumlah uang ke oknum petugas Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, supaya lolos dari aturan karantina Covid-19.

Padahal, JD baru tiba di Indonesia setelah kembali dari India.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus mengatakan, JD membayar uang sebesar Rp 6,5 juta kepada S dan RW yang mengaku sebagai petugas Bandara Soetta.

"Dia membayar Rp 6,5 juta kepada saudara S. Modus ini yang sementara kita lakukan penyelidikan," kata Yusri dalam video yang Kompas.com terima, Senin (26/4/2021) malam.

S dan RW, dijelaskan Yusri, berhubungan sebagai ayah dan anak.

"Kalau pengakuan dia (S dan RW) kepada JD, dia adalah pegawai bandara. Ngakunya doang. Dia sama anaknya. S itu sama RW itu anaknya. RW itu anaknya S," tambah Yusri.

Keduanya leluasa keluar masuk bandara. Mereka lah yang berperan dalam membantu JD lolos dari prosedur karantina Covid-19 selama 14 hari.

Baca juga: Munarman Ditangkap karena Kasus Baiat ISIS

Baca juga: Konektivitas Telekomunikasi Menuju Transformasi Digital Indonesia Perlu Segera Diwujudkan  

Baca juga: Markas FPI Digeledah, Ditemukan Bahan Berbahaya Berupa Bubuk

"Dia (S dan RW) bisa keluar masuk itu. Besok kita sampaikan secara jelas. Intinya ini mereka meloloskan orang tanpa melalui karantina," lanjutnya.

Halaman
123
Editor: adi kurniawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved