Breaking News:

Memasuki Pertengahan Puasa Petani Karet di Empat Lawang Mengeluh, Tak Seimbang Dengan Harga Sembako

Harga jual karet di kabupaten Empat Lawang tepatnya di Kecamatan Tebing Tinggi saat ini selasa, (27/04/2021) kembali turun saat memasuki pertengahan p

Tribunsumsel.com/Sahri
Petani karet di Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang.  

SRIPOKU.COM, EMPAT LAWANG -- Harga jual karet di kabupaten Empat Lawang tepatnya di Kecamatan Tebing Tinggi saat ini selasa, (27/04/2021) kembali turun saat memasuki pertengahan puasa.

Dari informasi di lapangan harga Karet yang semula berkisar Rp. 8000 per kilogram pada pengepul, sekarang turun menjadi Rp 6500 hingga Rp 7000 Perkilogram.

Sedangkan untuk karet inapan sedangkan untuk karet harian hanya dihargai pada kisaran Rp 6000 hingga Rp 6500 perkilo tergantung pada kadar air yang dimiliki.

Tentu hal itu membuat banyak petani karet di Empat Lawang kembali berkeberatan karena harga Sembako di pasar sekarang mayoritas mulai mengalami kenaikan di bulan puasa ini.

Baca juga: Malam Ini Kamu Saya Cerai! Sule tak Menyangka Nathalie Berani Melawan Saat Bulan Madu di Bali

Baca juga: Masa Larangan Mudik Pelabuhan TAA tak Beroperasi Angkut Penumpang, Tak Berlaku Bagi Orang Ini

"Semakin berat dengan harga jual karet sekarang, tidak sesuai dengan kebutuhan di dapur yang sekarang harga-harga mulai naik karena bulan puasa," ujat Ujang, salah seorang Petani karet, selasa (27/04/2021).

Petani karet ini, berharap agar harga karet bisa sedikit mengalami kenaikan, sebab ada kemungkinan menjelang akhir puasa nanti harga karet akan semakin turun karena biasanya gudang-gudang pabrik akan tutup.

"Semoga saja harga jual tidak terlalu turun atau anjlok karena kami hanya bergantung dari hasil penjualan getah karet untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," katanya.

Sementara itu Riki salah seorang pengepul mengatakan turunnya harga karet mengikuti dari harga pabrik. Dimana disanalah para pengepul akan menjual kembali karet yang sudah dibeli dari para petani.

"Iya kalau harga di pabrik turun maka harga beli dari petani juga akan turun", Kata Riki. (TS/Sahri).

Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved