Ramadan 2021

Jika Sewaktu-waktu Ketinggalan Sholat Tarawih Harus Bagaimana? Begini Penjelasan Tepat Buya Yahya

Sholat tarawih bisa dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun di rumah. Lantas bagaimana jika ketinggalan sholat tarawih ketika berjamaah?

Penulis: Tria Agustina | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ ANTON
Ilustrasi sholat tarawih sendiri 

SRIPOKU.COM - Hari ini telah memasukki hari ke 15 Ramadan bagi umat muslim yang melaksanakan puasa.

Selama bulan Ramadhan diisi dengan memperbanyak ibadah dan amal kebajikan lainnya.

Lantaran di bulan inilah rahmat dan ampunan Allah berlimpah ruah.

Sehingga sangat rugi seseorang yang melewatkan begitu saja bulan Ramadhan.

Padahal sudah Allah janjikan pahala berlipat ganda di bulan suci nan mulia ini.

Salah satunya dengan mengerjakan ibadah sunnah di antaranya sholat tarawih yang hanya dilakukan saat bulan Ramadhan.

Sholat tarawih bisa dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun di rumah.

Lantas, bagaimana jika ketinggalan sholat tarawih?

Berikut ini penjelasan lengkap Buya Yahya yang dibagikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Baca juga: Apakah Setelah Sholat Tarawih Seseorang Boleh Melakukan Sholat Witir di Rumah? Begini Penjelasannya

Ilustrasi Sholat
Ilustrasi Sholat (SRIPOKU.COM/ANTON)

Baca juga: Hukum Khutbah Sebelum Sholat Tarawih Diperbolehkan Selama Perhatikan Hal Ini, Begini Kata Buya Yahya

Seputar ketinggalan sholat tarawih ini dijabarkan oleh Buya Yahya diawali dengan sebuah pertanyaan dari jemaah berikut ini.

"Bagaimana jika ada makmum yang tertinggal sholat tarawih?

Apakah dia harus menyempurnakan bilangan rakaatnya?

Bilangan rakaat sholat tarawih atau sholat witir terlebih dahulu bersama imam?

Karena ada yang mengatakan ia harus selesai tarawih dulu baru witir," tanya seorang jemaah.

"Siapapun yang datang terlambat melakukan sholat tarawih, baru dapat 4 rakaat, 2, 2, tiba-tiba imam sudah witiran, maka bagaimana apakah dia ngikutin witir sama imam atau dia menyelesaikan tarawihnya dulu baru witir?," jelas Buya Yahya.

"Jawabannya adalah masalah witir ini memang ada anjuran dari Baginda Nabi Sholallahu'alaihiwasallam,

Jadikanlah akhir sholat malammu adalah witir

"Itu ajuran Nabi, sholat witir itu hendaknya dijadikan sholat penutup kalo bisa, kalo nggak bisa ya nggak apa-apa," tambahnya.

Jadi, dalam hal ini Buya Yahya menegaskan jika diperbolehkan menunaikan sholat witir di awal waktu yakni selepas sholat Isya.

Selain itu, menunda sholat witir di malam hari yakni sebagai penutup sholat juga boleh.

"Artinya kalau seandainya nanti sudah witiran di awal waktu, kemudian malam sholat lagi itu boleh nggak ada masalah, abis tarawih kita witiran, malam hari bangun tahajud yang banyak," tutur Buya Yahya.

Baca juga: Apakah Membaca Dzikir di Antara Sholat Tarawih Disebut Bidah? Begini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Kemudian waktu sholat tarawih itu adalah setelah melakukan sholat isya, terbentang sampai terbit fajar sampai mausk waktu subuh.

Artinya sepanjang waktu ini ada sholat tarawih.

Adapun cara melakukan sholat tarawih boleh anda kasih selingan, sholat tarawih 2, 2 baru baca Alquran 3 juz.

Kemudian melakukan sholat yang lainnya juga boleh.

"Artinya kalau tadi dia tertinggal tarawih maka sebaiknya dia makmum witir dengan imam atau yang lainnya.

Nggak apa-apa anda ikut makmum witiran imam, nanti sholatnya dilanjutkan.

Nggak ada perbedaan di sini," terang Buya Yahya.

Dalma hal ini Buya Yahya juga menjelaskan hanya yang nyaman bagi kita saja.

Jadi, diperbolehkan melanjutkan sholat tarawih jika ketinggalan.

"Jadi boleh, sebab dikatakan tidak boleh itu menjadi nggak enak, cuma mana yang lebih bagus? Kalau bisa witir dijadikan penutup," tukasnya.

Hanya Satu Amalan Ini Tapi Kekuatannya Dahsyat, Tertinggi Derajatnya Melebihi Zakat, Sedekah & Jihad

SUBSCRIBE US

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved