Breaking News

Wakil Walikota Palembang Kesal

Hati-Hati Belanja Bahan Makanan, Mengandung Zat Berbahaya Bagi Kesehatan

Banyak penelitian yang mengungkap bahwa masih banyak produsen makanan menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya

Penulis: maya citra rosa | Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
ilustrasi: Kepala BPOM Lubuklinggau Afdil Kurnia saat menunjukan mie formalin pada wartawan, Rabu (7/4/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Warga masyarakat yang belanja beragam jenis makanan yang tersaji di  pasar tradisional dan modern, hendaknya waspada dengan makanan yang mengandung  zat berbahaya.

Dietisien RS Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan, Devi Eryanti,S.GZ,Dietisien mengatakan zat berbahaya seperti formalin dan borax sering ditemukan pada bahan makanan mie basah dan tahu.

Berikut ini beberapa zat makanan  berbahaya dan dampaknya bagi kesehatan tubuh manusia.

1. Pewarna makanan seperti blang dan pemutih pun tidak menutup kemungkinan juga ditemukan dalam jajanan anak sekolah.

Kandungan zat ini disebut sebagai zat aditif yaitu zat yanh ditambahkan seperti Pengawet, yaitu berdasarkan penelitian, zat aditif atau bahan kimia yang ditambahkan agar makanan dapat bertahan lama.

"Contohnya benzoat, monogliserida, digliserida, nitrat, nitrit, dan sulfit yang diduga dapat menyebabkan gangguan kesehatan," ujarnya, Selasa (27/4/2021).

2. Kandungan Monosodium (MSG), meski masih perlu diteliti lebih lanjut, menurut seorang konsultan nutrisi, MSG dapat merusak ujung saraf jika dikonsumsi secara berlebihan, sehingga meningkatkan sensasi nyeri. 

Devi menjelaskan zat aditif yang membuat makanan terasa gurih ini juga dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan sindrom metabolik. 

Beberapa orang yang sensitif terhadap kandungan MSG, dapat mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi makanan yang banyak mengandung MSG.

3. Selain itu juga Sirup jagung tinggi fruktosa

Sirup jagung tinggi fruktosa merupakan pemanis yang sering digunakan dalam produk makanan dan minuman kemasan, seperti air soda, kue dan permen. 

Beberapa penelitian menunjukkan, zat aditif ini dapat menyebabkan sakit perut kronis dan gangguan pencernaan lainnya pada orang-orang yang memiliki intoleransi terhadap sirup jagung tinggi fruktosa.

4. Pemanis buatan, aspartame dikaitkan dengan munculnya berbagai penyakit kronis, di antaranya fibromyalgia, migrain, tumor otak, gangguan saraf, kanker, dan kelahiran prematur.

Potassium bromate atau kalium bromat
Penggunaan zat aditif ini sebenarnya sudah dilarang sejak tahun 1993. 

"Penggunaan potassium bromate pada makanan dilarang karena bisa menyebabkan kanker. Zat aditif ini merupakan salah satu zat karsinogenik," ujarnya. 

5. Natrium Nitrit, zat aditif ini sering kali digunakan sebagai bahan pengawet hot dog dan bacon. 

Makanan yang mengandung natrium nitrit cenderung tinggi akan kandungan natrium dan lemak, sehingga disarankan untuk membatasinya. 

Daging olahan yang mengandung nitrit dan zat aditif lainnya, diduga juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah. 

"Penelitian bahkan menunjukkan bahwa natrium nitrit dapat menyebabkan kerusakan sel yang bisa mengakibatkan kanker," ujarnya.

6. Gula, meski alami, ternyata gula juga tidak baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Gula dapat memicu perubahan dalam tubuh yang membuat otot menjadi kejang. Selain itu, kelebihan gula juga bisa memicu obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

7. Garam, mengonsumsi banyak garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, serta penyakit jantung dan pembuluh darah.

Perlu diwaspadai, bahwa pengawet, pewarna makanan buatan, dan zat aditif lain, diduga memainkan peran dalam meningkatkan perilaku hiperaktif pada anak-anak.

"Banyak penelitian yang mengungkap bahwa masih banyak produsen makanan menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak boleh digunakan pada makanan," ujarnya. 

Bahan kimia yang dimaksud adalah boraks, formalin, dan pewarna tekstil atau rhodamin B dan kuning metanil, yang sudah jelas melanggar Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 472/Menkes/Per/V/1996 tentang Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan.

Lebih jelas, Devi menjelaskan bahwa Boraks atau natrium tetraborat berbentuk kristal lunak yang seharusnya digunakan dalam campuran pembuatan gelas, pupuk tanaman, pengawet kayu, salep kulit, dan lain-lain.

Sementara formalin (HCHO) biasanya digunakan hanya sebagai pengawet mayat, pembunuh kuman, pengeras kuku, dan perekat kayu lapis. 

Sedangkan rhodamin B dan kuning metanil adalah pewarna tekstil, kertas, maupun cat.

Jajanan pasar yang mengandung formalin memiliki ciri-cirinya tekstur makanan lebih kenyal, tidak mudah hancur, lebih tahan lama, ada aroma yang cukup menyengat. 

Formalin biasanya ditemukan pada olahan tahu dan mi basah.

Sedangkan boraks pada jajanan pasar memiliki ciri-ciri makanan lebih kenyal, lebih mengkilap, tidak mudah putus, tidak lengket, dan lebih renyah seperti pada kerupuk. 

"Boraks biasanya ditemukan pada mi basah, bakso, dan kerupuk gendar," ujarnya.

Juga terdapat jajanan pasar yang mengandung rhodamin B, ciri-cirinya warna merah mencolok, ada rasa pahit, akan meninggalkan warna merah pada kulit jika makanan itu dipegang. 

Rhodamin B biasanya ada di kerupuk merah, kue mangkok merah, cenil warna merah, kue ku merah, geplak merah, roll cake merah, kerupuk warna-warni, dan kembang goyang.

Jajanan pasar juga ada yang mengandung kuning metanil. Ciri-cirinya warna kuning mencolok, ada rasa pahit, akan meninggalkan warna kuning pada kulit jika makanan itu dipegang. 

"Kuning metanil biasa ditemui pada kerupuk warna-warni," ujarnya.
 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved