Breaking News:

Berita Eksklusif

Akal-akalan Pemudik Lebaran Hindari Larangan: Lebih Awal Pakai Mobil Pribadi, Rela Tiket Hangus

Mulai tingginya jumlah penumpang, diakui Elba setelah munculnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021 mengenai larangan mudik

SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Sebuah Bus AKAP dan mobil pribadi, keluar dari pintu Tol Keramasan, Sabtu (24/4/2021). Menyikapi larangan Mudik Lebaran 2021 yang telah dikeluarkan pemerintah, dimulai tanggal 6-17 Mei 2021, banyak warga mudik lebih awal, terbukti kini banyak ditemukan plat luar mengaspal di kota Palembang. 

PALEMBANG,  SRIPO -- Marlina, salah seorang warga Palembang yang merantau ke ibukota Jakarta terpaksa melakukan mudik duluan atau mencuri start, sebelum larangan mudik yang ditetapkan pemerintah pada 6 Mei 2021 diberlakukan. 

Pengusaha pempek ini mengaku nekat melakukan mudik duluan, lantaran takut tak bisa berlebaran bersama keluarga tercintanya seperti tahun kemarin. 

Maka itu, ia bersama keluarganya memutuskan untuk mudik duluan pada Minggu (25/4/2021) dengan menggunakan mobil pribadi via jalur darat. 

"Rencana sebenernya H-7 mau mudik,  tetapi keluar kebijakan dari pemerintah jadi saya pilih mudik duluan saja sebelum kebijakan itu diberlakukan," katanya. 

Dijelaskannya, selama perjalanan mudik dari Jakarta ke Palembang belum ada pemeriksaan secara ketat dari aparat terhadap para pemudik. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, ibu satu anak ini mengaku lebih leluasa dan tidak merasa was-was. Dibandingkan harus mudik menggunakan pesawat yang harus menelan biaya mahal dan wajib melampirkan hasil tes kesehatan Covid-19.

"Tahun kemarin kan sudah tidak mudik, jadi tahun ini nekat saja mudik duluan karena sudah kangen sekali dengan keluarga di Palembang," tegasnya. 

Sama halnya yang dilakukan oleh Hendri, warga Palembang lainnya yang tinggal di Bandung lebih memilih mudik duluan menggunakan kendaraan pribadi. Padahal, ia sebelumnya telah memesan tiket pesawat pada H-7 lebaran. 

Pria ini pun mengaku rela tiket yang sudah dipesannya harus dibatalkan dan dikembalikan uang separuh harga dari harga tiket, demi bisa mudik ke kota Pempek. 

"Kemarin itu kebetulan ada tetangga yang lagi ada urusan ke Bandung, jadi saya putuskan untuk ikut dan membatalkan tiket. Kalau saya tetap jadwal keberangkatan takut larangan mudik sudah diberlakukan," ujarnya. 

Berbeda halnya dengan dilakukan Bela. Sebagai salah seorang pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas di Sulawesi Selatan ia mengaku memilih mengambil cuti selama tiga hari untuk mudik ke Palembang. 

Halaman
123
Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved