Breaking News:

Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Sumsel Terpaksa Putus Tengah Jalan, Baru Jangkau Tiga Kategori

"Untuk vaksinasi Covid-19 di Sumsel tahap pertama hampir tidak ada lagi dosis, yang tersisa hanya untuk dosis kedua," kata Kadinkes Sumsel.

Humas PLN
Sentra Vaksinasi Bersama BUMN lainnya, Istora Senayan, Jakarta, vaksinasi massal diikuti oleh lebih dari 5 ribu pegawai PLN yang berasal dari Jabodetabek. 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Upaya vaksinasi Covid-19 di Sumsel yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel sejauh ini mengalami sedikit hambatan lantaran kehabisan dosis vaksin Covid-19 tahap pertama di Bumi Sriwijaya. 

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, mengatakan dari total target 5,7 juta orang yang akan divaksin, baru sekitar 341.900 warga Sumsel yang telah disuntik sejak pertama kali dilakukan Februari 2021 lalu.

Keterbatasan vaksin sejauh ini menjadi kendala vaksinasi Covid-19 di Sumsel.

"Untuk vaksinasi Covid-19 di Sumsel tahap pertama hampir tidak ada lagi dosis, yang tersisa hanya untuk dosis kedua," katanya, Senin (26/4/2021). 

Sriwijaya FC Antara Ditikung Persis Solo atau PSMS Medan, Alberto Goncalves: SFC Belum Kontak Lagi

Dijelaskannya, dari target vaksinasi Covid-19 di Sumsel pihaknya mencatat baru tiga kategori yang telah dilakukan penyuntikan.

Kategori pertama yakni, pekerja publik sekitar 46,4 persen, sumber daya manusia kesehatan (SDMK) mendekati 100 persen, dan usia lanjut 6,3 persen. 

Dengan habisnya vaksin tahap pertama, maka pihaknya tidak bisa menjalankan vaksinasi lanjutan sambil menunggu kedatangan vaksin Sinovac yang baru. 

"Sejauh ini vaksinasi pertama ditiadakan terlebih dulu karena habis, artinya ada vaksin untuk penyuntikan kedua," jelas Lesty. 

Menurutnya, sejauh ini Dinkes Sumsel terus berupaya mengirimkan surat ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk dibantu alokasi vaksin selanjutnya.

BREAKING NEWS: Pimpinan Ponpes di OKI Dipenjara 20 Tahun, Cabuli Belasan Santri Saat Istri Hamil Tua

Pihak Kemenkes pun akan melihat apakah ada penumpukan vaksin di daerah, kalau tidak ada mereka akan suplai untuk dosis selanjutnya ke Sumsel. 

Diakuinya, saat ini perkembangan kasus Covid-19 masih terus terjadi di Bumi Sriwijaya.

Hingga  25 April 2021 kemarin tercatat jumlah kasus positif mencapai 19.876 orang dengan pertambahan harian mencapai 144 kasus.

Kasus sembuh dari Covid-19 perhari mencapai 117 kasus dengan total 17.595 orang. Lalu kasus meninggal dunia mencapai 963 orang. 

"Ke pusat kita ajukan sebanyak-banyaknya vaksin. Kita tidak minta jumlah tapi minta suplai. Cuma kita tidak tahu kapan vaksin akan datang," beber Lesty. 

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved