Breaking News:

Stok Vaksin Covid di Sumsel Sudah Habis, Tinggal Untuk Dosis Kedua dan Lansia

Kadinkes: Untuk penyuntikan dosis pertama hampir sudah tidak ada stoknya. Kita sudah menulis surat ke Kemenkes untuk minta bantuan vaksin

Editor: Azwir Ahmad
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Laju pelaksanaan Vaksinisasi Covid-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) terkendala stok vaksin yang habis. Stok vaksin yang masih ada hanya untuk lansia dan vaksin kedua.

"Keterbatasan vaksin juga jadi kendala, saat ini seluruh Sumsel vaksinnya sudah habis," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Lesty Nurainy, Senin (26/4/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, vaksin habis ini dalam artian ada vaksin tapi untuk penyuntikan vaksin ke dua atau  sudah ada yang punya.

"Untuk penyuntikan dosis pertama hampir sudah tidak ada lagi stoknya. Kita sudah menulis surat ke Kementerian Kesehatan untuk minta bantuan vaksin ini," kata Lesty.

Menurutnya, Menteri kesehatan akan melihat berdasarkan data Smile Terkait distribusi vaksin. Kalau dilihatnya masih ada penumpukan maka Kabupaten/Kota itu tidak akan mendapatkan vaksin tambahan.
Nah hanya ada beberapa Kabupaten/Kota, kalau itu lancar semua baru didistribusikan lagi.

"Untuk cakupan vaksinansi kita di Sumsel, SDM Kesehatan sudah 92,24 persen, Pelayanan Publik sudah 46,43 persen dan lansia baru 6,3 persen," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel Fery Yanuar menambahkan, bahwa total vaksin di Sumsel 683.400 vial.

"Kesemua sudah didistribusikan ke Kabupaten/Kota. Yang terbaru dapat tambahan 1400 vial, untuk empat Kabupaten/Kota di Sumsel," katanya.

Keempat Kabupaten/Kota tersebut yaitu Pali, Empat Lawang, Musi Rawas dan Pagaralam. Untuk vaksin ini sekarang sudah ada pihak ketika yang mendistribusikan yaitu Kima Farma dan Merapi.

"Memang vaksin masih ada tapi itu untuk dosis yang kedua. Namun untuk lansia vaksin tetap masih ada, karena lansia disediakan khusus. Sebab lansia  kelompok prioritas dan rentan. (linda)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved