Breaking News:

Sidang Korupsi Jembatan KTM Ogan Ilir Tahun 2017, Pengacara: Saksi JPU Untungkan Klien Kami

JPU menghadirkan 3 orang saksi dari Direktorat Jendral Kementerian Desa yang berada di Jakarta, melalui sambungan telekonfensi.

sripoku.com/chairul nisyah
Sidang keterangan saksi lanjutan dugaan korupsi Jembatan KTM di Ogan Ilir. 

"Dari keterangan saksi maka kita dapat simpulkan bahwa adanya anggaran dari APBN TP, yang dianggarkan tahun 2017," ujar Iswadi.

Iswadi menjelaskan bahwasanya, dari keterangan saksi mengatakan bahwasanya prosudural penganggaran APBN PT, memang ada, tepat, dan telah sesuai prosedur. 

Untuk diketahui dalam perkara ini ada tiga terdakwa, yakni Chris Sunardi selaku kontraktor proyek PT Wilco Jaya, Erha Asmirandah mantan Kadisnaker Ogan Ilir, dan Ahmad Seli Kadisnaker non aktif Kabupaten Ogan Ilir.

Dimana pembangunan jembatan kawasan terpadu mandiri sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir tahun anggaran 2017 yang diduga telah merugikan negara sebesar 2,9 miliar.

Dalam dakwaannya penuntut umum disebutkan ketiga terdakwa diduga telah melakukan tindak pidana korupsi pengurangan volume dalam pengerjaan Jembatan Kateem sungai Rambutan parid tahun anggaran 2017 lalu, bersumber dari APBN yang merugikan negara lebih dari 2,9 miliar dari total anggaran sebesar 6,9 miliar.

BREAKING NEWS: Pimpinan Ponpes di OKI Dipenjara 20 Tahun, Cabuli Belasan Santri Saat Istri Hamil Tua

Atas perbuatan para terdakwa masing masing dalam dakwaan dijerat melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto pasal 18 UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor, sebut JPU Efan Apturedi SH.

Penulis: Chairul Nisyah
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved