Breaking News:

Tak Terurus & Terbengkalai, Tempat Cuci Tangan di Pasar Tradisional Jadi Tempat Sampah

Sejumlah alat cuci tangan yang sebelumnya tersedia, yang tersebar di sejumlah pasar tradisional di kota Palembang sebagian mulai tidak berfungi.

Editor: adi kurniawan
Tribunsumsel.com/Arif
Sejumlah tempat cuci tangan yang sebelumnya tersedia, yang tersebar di sejumlah pasar tradisional di kota Palembang sebagian mulai tidak berfungi. 

SRIPOKU.COM -- Meski pandemi Covid-19 di kota Palembang belum ada tanda- tanda akan mereda, upaya penangkalan berupa gerakan 3M (Memakai masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan) terlihat hanya setengah hati dilakukan khususnya oleh Pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat yang kurang.

Hal ini terlihat dari sejumlah alat cuci tangan yang sebelumnya tersedia, yang tersebar di sejumlah pasar tradisional di kota Palembang sebagian mulai tidak berfungi.

Mirisnya lagi, tempat itu sekarang dijadikan sampah oleh para pengunjung pasar karena banyak yang rusak tidak terurus dan terbengkalai.

Selain itu, para pedagang dan pengunjung pasar tradisional juga abai terhadap protokol kesehatan.

Banyak diantara pengunjung dan pedagang tidak menggunakan masker, dan keluar masuk pasar tanpa cuci tangan, padahal interaksi mereka cukup tinggi dan berpontensi tertular virus Covid-19.

Menurut salah satu tukang parkir di Pasar Sekip Ujung Palembang Edi, di pasar tradisonal tersebut sebenarnya sudah disediakan 4 tempat cuci tangan disetiap pintu masuk, bantuan dari salah satu bank BUMN (BRI) yang ada. Namun, berfungsi hanya 1 kali dan sesudahnya tidak.

"Itu sudah sebulan lalu, baru sekali pakai langsung tidak berfungsi lagi, karena tidak ada airnya;" kata Edi.

Ditambahkannya, selain air tidak ada dari wadah penampungan air yang ada, kran air yang ada pun semuanya sudah copot semua, sehingga tidak bisa berfungsi.

"Coba liat, krannya saja sudah tidak ada. Jadi wajar saja sekarang dijadikan tempat sampah. Padahal ditempat pasar ini perlu alat cuci tangan, karena pengunjungnya padat apalagi mau lebaran," tuturnya.

Meskipun begitu, Edi dan rekannya sesama tukanf parkir di pasar tersebut memiliki inisiatif dengan menyediakan tempat pencuci tangan yang dibuat sendiri dari sebuah ember.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved