Breaking News:

Pelintas Jalinsum Keluhkan Aroma Menyengat Dari Pabrik Pengolahan Karet, Bikin Mual dan Ingin Muntah

Aroma tak sedap tersebut bukan dari aktivitas pengolahan getah karet di dalam pabrik, tapi dari karet masyarakat yang datang ke pabrik

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Tribun Sumsel / Rahmat Aizullah Pabrik pengolahan getah karet PT Kirana Windu di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) mengeluhkan aroma tak sedap dari arah pabrik pengolahan getah karet PT Kirana Windu.

Setiap kali melewati jalan di depan pabrik tersebut, pengendara mengaku merasa ingin muntah karena tak tahan mencium bau busuk menyengat. 

Pabrik pengolahan karet itu berada di Jalinsum Kelurahan Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). 

"Saya sering lewat soalnya, setiap kali lewat depan (pabrik) itu rasanya mual-mual mau muntah," kata pengendara, Radit, Minggu (25/4/2021). 

Menurut dia, aroma tak sedap yang dikeluarkan dari kawasan pabrik itu diyakini sudah melebihi ambang batas dan mencemari udara.

"Baunya sudah kelewatan, ini sepertinya sudah masuk kategori darurat, mungkin sudah termasuk pencemaran udara," kata Radit.

Humas PT Kirana Windu, Syarifudin mengatakan aroma tak sedap yang dikeluhkan tersebut bukan dihasilkan dari aktivitas pengolahan getah karet di dalam pabrik.

Menurut dia, bau busuk menyengat itu berasal dari getah karet yang dijual masyarakat ke pabrik tersebut. 

"Bau itu bukan dari aktivitas pabrik, tapi dari karet yang masuk ke pabrik, karet dari masyarakat itu yang bau," kata Syarifudin kepada wartawan. 

Dia menegaskan bau busuk dari getah karet masyarakat itu justru akan hilang setelah diolah oleh pabrik.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved