Partai Demokrat Gagal Dikudeta, Ishak Mekki Ungkap Elektabilitas Semakin Meningkat

Menurut ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki, pasca upaya kudeta pelaku begal gagal tersebut, partai Demokrat semakin dekat dengan rakyat.

Editor: RM. Resha A.U
Tribunsumsel.com/Arief
Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki didampingi Sekretaris MF Ridho dan sejumlah anggota fraksi Demokrat DPRD Sumsel membagikan Takjil ke Ojol dan Tukang Becak dikawasan DPRD Sumsel, Sabtu (24/4/2021) sore. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gagalnya upaya kudeta kepemimpinan partai Demokrat yang dinahkodai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melalui pengesahan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang oleh Moeldoko Cs dan ditolak oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), menjadikan elektabilitas partai Demokrat semakin meningkat.

Menurut ketua DPD Partai Demokrat Sumsel Ishak Mekki, pasca upaya kudeta pelaku begal gagal tersebut, partai Demokrat semakin dekat dengan rakyat.

"Jelas, elektabiltas partai Demokrat semakin meningkat, dan semakin dicintai rakyat," kata Ishak disela- sela pembagian Takjil di Palembang, didampingi Sekretaris DPD Demokrat Sumsel MF Ridho dan sejumlah anggota fraksi Demokrat DPRD Sumsel lainnya.

Baca juga: Demokrat Sumsel Kehilangan Sosok Politisi Senior, Mahyuddin Gubernur Sumsel ke-14 Meninggal Dunia

Baca juga: Terima Kasih sudah Menjaga Demokrasi, Demokrat Sumsel Kirim Papan Bunga ke Kantor Menkumham Sumsel

Ia yang juga anggota DPR RI ini menjelaskan, dengan elektabilitas yang terus meningkat, hal itu jelas akan jadi modal partai Demokrat dalam Pemilu serentak 2024 mendatang.

"Demokrat jelas akan berjuang bersama rakyat, untuk menjadikan Indonesia maju dan sejahtera," tandasnya.

Sementara, sebagai wujud tali kasih dan berbagi di bulan ramadhan yang ada di Kota Palembang, Sabtu  (24/4/2021) sore pengurus DPD Partai Demokrat Sumsel membagikan takjil pada warga yang melintas di Jl POM IX. 

Bahkan setidaknya ada 1000 takjil yang dibagikan ke warga yang melaksanakan ibadah puasa dan warga tidak mampu yang ada saat itu.

"Sebenarnya ini tradisi rutin yang kita lakukan setiap bulan ramadhan. Akan tetapi, karena ini masih suasana bulan ramadhan dan masa pandemi, terasa lebih istimewa lagi. Karena itu, bulan ramadhan ini menjadi salah satu saat yang tepat untuk berbagi. Untuk itu, saat ini setidaknya ada 1000 takjil kita siapkan," ungkap Ishak Mekki.

Baca juga: Pemerintah Tolak KLB Demokrat Pimpinan Moeldoko, Partai Demokrat Sumsel Pro AHY Gelar Rapat Internal

Baca juga: Ada Marzuki Alie dan Syofwatilah, Demokrat Sumsel Pecat 13 Kader yang Ikut KLB Demokrat

Dimana kata mantan Wakil Gubernur Sumsel itu, selama masa pandemi ini cukup banyak warga yang merasakan secara langsung dampak dari kondisi saat ini.

Untuk itu, melalui kegiatan ini, dirinya juga berharap bisa menumbuhkan rasa empati semuanya untuk terus berbuat dan berbagi kepada sesama.

Yang juga tidak kalah penting lagi, hal ini juga sebagai sarana syiar dan juga dakwah Islam. 

"Untuk takjil sendiri berasal dari para pengurus dan juga legislator dari Fraksi Partai Demokrat. Setidaknya ini menjadi contoh dan tradisi yang harus terus dilakukan oleh seluruh pengurus partai dan legislator yang saat ini lagi duduk di kursi legislatif. Saya harap, ini juga memberikan efek positif dan juga menambah semangat kita untuk terus berbagi dengan sesama," tegasnya. 

Baca juga: Partai Demokrat Sumsel Datangi Mapolda Sumsel, Sampaikan Surat Pengaduan dan Pelindungan Hukum

Baca juga: Demokrat Sumsel, Ketuk Pintu Langit Upaya Selamatkan Partai dari Kubu Moeldoko

Sementara itu, Adi (45), Salah satu tukang becak mengatakan, pihaknya merasa bersyukur dengan makanan ini.

Pasalnya di tengah kondisi saat ini, dirinya cukup kesulitan mendapatkan penumpang.

Bahkan dari pagi hingga saat ini, dirinya mengaku baru dapat uang Rp 30 ribu.

Padahal di rumahnya ada tiga anak yang perlu dinafkahi.

" Alhamdulillah, setidaknya ini dapat sedikit menghibur kami di suasana pandemi seperti sekarang. Paling tidak saya bisa sedikit memberikan lauk ke anak saya yang enak. Sebab makan daging cuma kami lakukan saat Idhul Adha. Sebab untuk membeli daging, kami lebih memilih beli beras saja," pungkasnya. (Rif/TS)

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved