Breaking News:

MES Sumsel Berikan Literasi Ekonomi Syariah kepada Santri Ponpes Raudhatul Qur'an Payaraman

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Sumsel memberikan iterasi ekonomi syariah bagi santri di Pondok Pesantren Raudhatul Qur'an Payaraman OKI

ho/sripoku.com
Ekonomi Syariah - Kegiatan Literasi Ekonomi Syariah oleh MES Sumsel, di Pondok Pesantren Raudhatul Qur'an Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, Sabtu (24/4/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim mencapai 87,18 persen dari populasi 232,5 juta jiwa, sangat potensial untuk mengembangkan literasi ekonomi syariah.

Namun dalam sejumlah bidang perekonomian syariah, Indonesia masih  tertinggal dari berbagai negara dengan jumlah muslim yang lebih sedikit.

Oleh karena itu, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Sumsel mulai gencar memberikan literasi ekonomi syariah kepada generasi muda, di Pondok Pesantren Raudhatul Qur'an Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Sumsel, Sabtu (24/4/2021).

Bertepatan dengan bulan Ramadan 1442 H ini, MES Sumsel bersama Bank Indonesia, BSB Syariah dan Bank Syariah Indonesia menggelar edukasi ekonomi syariah terhadap santri.

Ketua 2 MES Sumsel, Dr. Sri Rahayu, S.E., M.M., mengatakan pemateri yang berasal dari Universitas Muhammadiyah Palembang, UIN Raden Fatah, dan Universitas Sriwijaya.

"Kita ingin agar santri dan santriwati serta guru di ponpes paham mengenai pentingnya ekonomi syariah," ujarnya.

Juga hadir Ketua 1 MES Sumsel sekaligus pimpinan Ponpes Aulia Cendikia, KH. Hendra Zainudin.M.Pdi, Sekretaris Saekan Nur, departemen komunikasi dan pemberdayaan Dr.Marlina Widiyanti, Departemen Pelatihan, Kajian, dan pemikiran Ekonomi Islam Dr.Siti Mardiah dan kepala BSI Sudirman Zen Abror.

Menurutnya, ekonomi islam yang berlandaskan ajaran Islam ini merujuk pada Al-Qur'an dan hadist, serta ijtihad sebagai rujukan tambahannya.

Perekonomian syariah juga dapat menjadi kemajuan bagi sektor lainnya seperti potensi pengembangan literasi halal lifestyle.

"Dapat mendorong peningkatan permintaan domestik atas produk barang dan jasa
halal," ujarnya.

Juga membangun kesadaran dan pemahaman produsen atas kebutuhan produk halal, akan memotivasi ekspansi produksi barang dan jasa halal dan mendorong peningkatan kinerja.

"Juga adanya peningkatan kinerja produsen akan mendorong meningkatkan permintaan
akan tenaga kerja atau sumber daya manusia ekonomi syariah," ujarnya.

Dia berharap agar nantinya literasi ekonomi syariah ini dapat dipahami dan menjadi sistem perekonomian Islam yang maju, mendukung gerakan amar ma'ruf nahi munkar dan memperkuat pengamanan sosial.

"Untuk mewujudkan integritas sebagai muslim yang kaffah sehingga keislamannya tidak diragukan lagi. Mempelajari ekonomi syariah membuat muslim tak lagi bergelut pada ekonomi konvensional," ujarnya.

Penulis: maya citra rosa
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved