Breaking News:

Ramadhan 2021

'Kami Tak Bisa Meihat', Penyandang Disabilitas Tunanetra di Palembang Antusias Baca Al Quran

Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat para penyandang disabilitas tunanetra untuk belajar membaca Alquran.

SRIPOKU.COM / Rahmaliyah
Tadarus Bersama Para Penyandang Tunanetra di Palembang, gunakan Sentuhan Tangan di Alquran Braille, Sabtu (24/4/2021) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat para penyandang disabilitas tunanetra untuk belajar membaca Alquran.

Terlebih di bulan Ramadhan ini, mereka semakin rajin untuk tadarus bersama saat pagi hari, mulai pukul 08.30-09.30

Inilah gambaran yang terlihat dari keseharian penyandang tunanetra di Yayasan Netra Mandiri di Jalan Sukabangun 2, Palembang, Sabtu (24/4/2021).

Berbeda dengan mereka yang memiliki pengelihatan normal, para penyandang tunanetra menggunakan Alquran Braille.
Mengandalkan Indra perabanya, satu demi satu ayat-ayat Alquran di lafazkan dengan lantang meskipun ada pula yang masih tertatih-tatih.

Pengurus Yayasan Netra Mandiri, Andre Agasi SAg menuturkan, kegiatan tadarus bersama perdana dilaksanakan di Ramadhan tahun ini namun untuk kegiatan belajar mengaji sebelumnya telah menjadi kegiatan rutin yayasan.

"Akhir Tahun lalu kita sudah mulai lakukan pelatihan membaca Alquran Braille. Alhamdulillah tadarus bersama bisa kami gelar di ramadhan ini sekaligus pelatihan membaca Alquran gelombang kedua," katanya, Sabtu (24/4/2021).

Andre mengatakan, mereka yang mengikuti tadarus bersama berasal dari siswa-siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk mengisi kegiatan di bulan Ramadhan.
Penyandang Disabilitas mengaku sangat terbantu dengan adanya Alquran Braille sehingga meski tak bisa melihat namun ibadah membaca Alquran tetap bisa dilakukan seperti mereka pada umumnya yang dalam kondisi pengelihatan normal.

"Tidak ada bedanya meski kami tidak bisa melihat, dimata Allah semua sama termasuk soal perhitungan hisab kelak. Jadi tidak ada pengecualian untuk beribadah," katanya.

Yang menjadi tantangan dalam membaca Alquran Braille, para penyandang tuna netra harus bisa mengkoneksikan dari Taktil atau sentuhan tangan dan kemudian diucapkan melalui lisan," katanya.

Pada dasarnya, tahapan belajar membaca Alquran sama seperti pada umumnya.

Dimulai dari membaca Iqra Braille dan mengenal huruf Hijaiyah.

"Bedanya hanya mereka yang normal menggunakan visual mata tapi kami melalui sentuhan," katanya

Seiring berjalanannya waktu, Andre berharap akan lahir para Hafizh dan Hafidzah bahkan pengajar Alquran dari kalangan penyandang tunanetra, sehingga Alquran Braille dapat semakin dikenal oleh masyarakat.

"Kami berharap teman-teman tunanetra bisa setara dengan mereka yang bisa membaca Alquran umumnya," katanya. (Yak)

JADWAL Buka Puasa Kota Palembang & Sekitarnya, Sabtu 24 April 2021 atau 12 Ramadan 1442 H

Ga Sembarangan, Ini Vitamin Dari Dokter Tim Sriwijaya FC Agar Pemain Tetap Berstamina Saat Puasa

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved