Breaking News:

Curhat Pengelola Bus AKAP di Palembang Larangan Mudik Lebaran 2021, Padahal Keburu Beli Onderdil

Pengelola perusahaan otomotif (PO) bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Palembang juga menyayangkan larangan mudik lebaran 2021.

SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi Larangan mudik di tengah pandemik virus corona atau covid-19 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Larangan mudik lebaran 2021, yang diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021, tak hanya dikeluhkan oleh masyarakat umum yang hendak pulang ke daerah asal.

Pengelola perusahaan otomotif (PO) bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Palembang juga menyayangkan larangan tersebut.

Menurut Penangggung Jawab PO Bus Yoanda Prima, Jhoni, larangan mudik ini membingungkan karena sebelumnya pemerintah memperbolehkan perjalanan mudik.

"Pemerintah juga bikin bingung. Sebelum ini mereka bilang jika mudik diizinkan, ini malah dilarang," ujar Jhoni, Jumat (23/4/2021).

Respon Keluhan Masayarakat, Bupati Musi Rawas Minta Kontribusi Perusahaan, Perbaiki Jalan Rusak

Dia menyebutkan, dengan adanya larangan perjalanan ke berbagai daerah jelang Idul Fitri mengakibatkan kerugian.

Pasalnya, dia telah mengeluarkan biaya besar untuk membeli berbagai suku cadang bus.

"Kami selaku pengelola bus AKAP merasa rugi jika mudik antar provinsi dilarang. Padahal, kami telah membeli sejumlah suku cadang untuk persiapan arus mudik," kata dia.

Meski demikian, dia mengaku tetap akan mematuhi aturan pemerintah untuk menyetop oprasional bus mulai 5 Mei 2021.

Hal yang serupa juga disampaikan Owner PO Bus Epa Star, Efrinaldi.

Halaman
12
Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved