Breaking News:

Kapal Selam Hilang Kontak

"APALAGI yang Bisa Kami Bantu"? AS Kirim Pesawat Canggih Poseidon, Pemburu Brutal Kapal Selam

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto langsung memerintahkan operasi pencarian dan mengirimkan sejumlah kapal perang TNI AL.

Wikipedia
Pesawat canggih US Navy, P8 A Poseidon yang dikenal sebagai pemburu kapal selam. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Pasca hilang kontak Kapal selam KRI Nanggala 402 di Perairan Bali Utara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto langsung memerintahkan operasi pencarian dan mengirimkan sejumlah kapal perang TNI AL.

Selain itu, pucuk pimpinan di TNI tersebut juga meminta bantuan sejumlah negara sahabat untuk turut membantu operasi pencarian dan penyelamatan kru Kapal selam KRI Nanggala 402.

Merespon pasca hilangnya kontak Kapal selam KRI Nanggala 402, Amerika Serikat melalui Sekretaris pers Pentagon, John Kirby menyatakan, AS mengirimkan ‘aset udara’ untuk membantu pencarian kapal selam yang dilaporkan hilang dengan 53 awak di dalamnya, Kamis 22 April 2021.

"Kami sangat sedih dengan berita kapal selam Indonesia yang hilang dan pikiran kami tertuju pada para pelaut Indonesia serta keluarganya," cuit Kirby, seperti dilansir Tribunnews dari CNN.

"Atas undangan pemerintah Indonesia, kami mengirimkan aset udara untuk membantu pencarian kapal selam yang hilang."

Kepala Staf Angkatan Laut Indonesia, Laksamana Yudo Margono mengatakan pada konferensi pers pada Kamis (22/4/2021) bahwa kapal tersebut memiliki oksigen yang cukup untuk semua kapal selam hingga Sabtu pukul 03.00 WIB.

Dalam pernyataan yang diterbitkan Rabu malam (21/4/2021), Kementerian Pertahanan Indonesia mengatakan KRI Nanggala-402, kapal selam buatan Jerman, kehilangan kontak saat melakukan latihan torpedo di Selat Bali, hamparan perairan antara pulau Jawa dan Bali yang terhubung ke Samudera Hindia dan Laut Bali.

Laksamana Yudo Margono membeberkan, aset AS akan bergabung dengan upaya pencarian yang luas.

"Tiga kapal selam, lima pesawat terbang dan 21 kapal perang telah dikerahkan untuk membantu mencari kapal selam yang hilang," kata Laksamana Yudo Margono.

Aset dari Singapura dan Malaysia juga dalam perjalanan untuk membantu.

Halaman
123
Editor: Wiedarto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved