Breaking News:

Terkait Adendum Pengetatan Peniadaan Mudik Lebaran, Herman Deru Masih Segera Lakukan Rapat

Gubernur: Karena ada Pangdam, Kapolda, dan Kajati. Ada stakeholder lainnya jadi saya tidak bisa memutuskan sendiri. Saya harus rapat besok

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/jati
Gubernur Sumsel H Herman Deru 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan mengaku baru mengetahui adanya aturan baru mengenai pengetatan masuk ke daerah sebelum diberlakukannya larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

Dalam addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya Idulfitri Tahun 1442 H dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama bulan suci Ramadan, pengetatan melintas diberlakukan mulai 22 April hingga 24 Mei 2021.

"Soal addendum akan saya rapatkan dulu karena saya ini komandan satgas Covid-19 di Sumsel. Saya juga baru tahu hari ini . Saya akan rapatkan besok setelah musrenbang. Sekarang belum bisa jawab," ujarnya diwawancarai Kamis (22/4/2021).

Dia mengatakan, harus dilakukan rapat dulu baru bisa memutuskan apakah mudik jelang hari raya Idulfitri diperbolehkan atau tidak. Terlebih, penerapan aturan baru tersebut lebih komprehensif karena membutuhkan peran serta dari berbagai instansi terkait.

"Karena ada Pangdam, Kapolda, dan Kajati. Ada stakeholder lainnya jadi saya tidak bisa memutuskan sendiri. Saya harus rapat besok," tambah dia.

Menurutnya, sewaktu dia memperbolehkan masyarakat untuk melakukan aktivitas perjalanan ke kampung halaman di libur lebaranan masih sangat fleksibel dan kasus fluktuatif.

"Jangan dipertentangkan (kebijakan) saya dengan peraturan pusat. Ini saya lebih ke dalam daerah kita. Saya tidak menggunakan istilah mudik tapi balek dusun. Yang ingin balek dusun silakan," ujarnya.(mg3)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved