Breaking News:

Kapal Selam Hilang Kontak

"SULIT Ditemukan," Komandan Kapal Selam Nuklir Inggris Sebut Kondisi Terkini KRI Nanggala

Mantan komandan kapal selam nuklir Ryan Ramsey pesimis kapal selam Nanggala bisa ditemukan.

surya.co.id|ahmad zaimul haq
DOK.FOTO - SAAT Komandan Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II dijabat oleh Kolonel Laut (P) Iwa Kartiwa (tengah) bersama Komandan KRI Nanggala-402 yang saat itu dijabat oleh Letkol Laut (P) Ansori (dua kiri) dan Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal (dua kanan) melakukan salam komando usai upacara serah terima jabatan Komandan Nanggala-402 di Dermaga Kapal Selam Komando Armada II, Surabaya, Rabu (20/2/2019) lalu. 

SRIPOKU.COM, JAKARTA--Mantan komandan kapal selam nuklir Ryan Ramsey pesimis kapal selam Nanggala bisa ditemukan. Ryan Ramsey menduga kapal selam Nangggala tenggelam dalam air yang kedalamannya hampir satu mil.

"Jika sesuatu telah terjadi, sangat tidak mungkin Nanggala-402 akan ditemukan," kata mantan perwira Angkatan Laut itu seperti dilansir dari The Sun, Kamis (22/4/2021).
"Fakta bahwa dia belum menyentuh dasar selama jendela komunikasi rutin juga menunjukkan bahwa dia telah tersesat."

“Bali adalah pulau vulkanik yang dikelilingi oleh air yang sangat dalam - hingga 1.590m - yang akan menghambat peluang untuk menemukan orang yang selamat.

"Jika mereka mendapat masalah selama latihan, mereka akan muncul ke permukaan.

"Jadi entah mereka tidak bisa muncul ke permukaan kapal selam atau sesuatu yang sangat dramatis terjadi secara instan."

Juru bicara angkatan laut Indonesia Laksamana Pertama Julius Widjojono mengatakan kepada media lokal ada kemungkinan kapal selam itu sudah berada di palung laut, "mungkin di 600-700 meter".

KRI Nanggala yang sudah tua tidak memiliki palka penyelamat untuk dikunci oleh kapal penyelamat.

Satu-satunya pilihan bagi para penyintas adalah dengan mengenakan apa yang disebut "pakaian pelarian" dan keluar melalui menara komando.

Setelan memungkinkan pemakainya bertahan hingga 24 jam di permukaan - tetapi pakaian tersebut hanya dapat beroperasi pada kedalaman terbatas sekitar 200 meter.

"Kemampuan penyelamatan sangat rendah karena desain kapal selam," tambah Ex-Cdr Ramsey.

Halaman
12
Editor: Wiedarto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved