Breaking News:

PTBA Gandeng Mantan Pekerja PETI Ikuti Pelatihan Budidaya Ikan Tawar

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka langsung oleh SM CSR PTBA melalui Staf Senior Manajer, Roy Ubaya, didampingi Asisten Manajer Bina Mitra CSR PTBA

Editor: Welly Hadinata
IST
Suasana pelatihan Ikan Air Tawar yang diadakan oleh CSR PTBA 

SRIPOKU.COM,MUARAENIM - Sebanyak 10 orang pemuda dari dua Kecamatan, yaitu Tanjung Agung dan Lawang Kidul yang pernah menjadi pekerja Penambangan Tanpa Izin (PETI) batubara mendapat bekal pelatihan budidaya ikan tawar yang diberikan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Agung, Kamis, (22/4/2021).

Kegiatan pelatihan tersebut dibuka langsung oleh SM CSR PTBA melalui Staf Senior Manajer, Roy Ubaya, didampingi Asisten Manajer Bina Mitra CSR PTBA, Mustafa Kamal.

Dikatakan Roy disela pelatihan ikan Air tawar ini mengatakan bahwa pelatihan budidaya ikan tawar dimaksudkan untuk peningkatan ekonomi para pemuda dari karang taruna yang pernah menjadi pekerja PETI dan difokuskan pada budidaya ikan gurame.

"Mulai dari pemilihan bibit, telur dan pembesaran ikan diberikan pelatihan selama 2 hari,"katanya.

Selain itu, lanjutnya program ini selaras dengan program Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia untuk menghilangkan tambang ilegal batubara atau PETI. 

"Nantinya, program ini akan melibatkan PT Bumi Sawindo Permai (BSP) dan Huadian Bukit Asam Power (HBAP) guna bersinergi mensukseskan program Kementerian tersebut, karena lahan untuk budidaya perikanan kedepan akan memanfaatkan lahan pasca tambang batubara,"jelasnya.

Ia juga menjelaskan dalam pelatihan ini,pihaknya sengaja mendatangkan mentor atau pelatih yang juga dari pelaku budidaya ikan tawar binaan PTBA yang sudah bisa mandiri dan dapat berbagi ilmu melalui  kolam milik Putra Zaman.

"Harapannya setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat mengaplikasikan ilmunya langsung," pinta Roy. 

Ditambahkan Mustafa peserta pelatihan tersebut berasal dari desa-desa yang ada di dua Kecamatan.

"Seperti Tanjung Lalang, Pulau Panggung, Penyandingan, Darmo dan Keban Agung. Untuk pelatihan peserta diberikan bekal bibit ikan 5000 ekor, pakan 10 karung, perlengkapan ATK, dan goodybag. Lalu, teori dan praktek dilakukan selama pelatihan serta diberikan sertifikat diakhir kegiatan,"katanya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved