Breaking News:

Berita Palembang

Pasokan Vaksin Terbatas, Dinkes Sumsel Sebut Cuma 3 Kelompok Ini yang Jadi Sasaran Skala Pritoritas

Secara keseluruhan jumlah vaksin yang diterima Sumsel mencapai 181.000 dosis vaksin yang digunakan untuk 340.000 orang.

Sripoku.com/Jati Purwanti
Gubernur Sumsel Herman Deru, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sumsel, Kamis (18/3/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Vaksinasi Covid-19 di Sumsel masih terus digencarkan meski jumlah vaksin yang diterima dari pemerintah pusat kian terbatas.

Pada pekan depan jumlah vaksin yang kembali dikirim ke Sumsel hanya sebanyak 14.000 vaksin yang hanya cukup untuk 7.000 sasaran vaksin di empat kabupaten yakni Pagaralam, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas dan Empat Lawang.

Secara keseluruhan jumlah vaksin yang diterima Sumsel mencapai 181.000 dosis vaksin yang digunakan untuk 340.000 orang.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Fery Yanuar, mengatakan, saat ini penyuntikan vaksin diprioritaskan untuk kalangan tenaga kesehatan, lansia dan pelayan publik.

“Jadi, memang di bulan ramadan ini, animo masyarakat untuk ikut vaksin malah semakin besar. Banyak yang mengirim surat permohonan vaksin tetapi kami berikan untuk penerima prioritas dulu,” kata Fery, Kamis (22/4/2021).

Hingga kini dari 1,2 juta orang di Sumsel  yang menjadi sasaran vaksinasi di tiga kelompok masyarakat tersebut, cakupan vaksinasi di Sumsel untuk dosis kedua baru mencapai 36 persen.

Cakupan vaksinasi paling rendah adalah kaum lansia sebesar 2,62 persen, petugas pelayan publik 19,72 persen, dan tenaga kesehatan mencapai 83,48 persen.

Menurut Fery, masih rendahnya cakupan vaksinasi untuk kalangan lansia ini disebabkan oleh kondisi kesehatan para lansia yang memang tidak sestabil kondisi kesehatan kelompok masyarakat yang lain.

“Ada beberapa kaum lansia yang tidak bisa divaksin karena terkendala kondisi kesehatan,” ujar Fery.

Adapun untuk tenaga kesehatan kendala yang dihadapi adalah permasalahan sistem registrasi yang masih bermasalah dan juga beberapa tenaga kesehatan yang tidak bisa divaksin karena kondisi kesehatan yang kurang memadai.

Sementara itu, untuk petugas pelayan publik terkendala pasokan vaksin. Bahkan untuk pegawai BUMN/BUMD belum bisa dilayani karena keterbatasan vaksin tersebut.

Dia menyebutkan, penetapan guru menjadi salah satu kelompok masyarakat yang diprioritaskan karena adanya rencana untuk proses belajar mengajar secara tatap muka pada Juli 2021 mendatang.

"Dengan jumlah vaksin yang tidak banyak ini kita belum bisa melakukan vaksinasi secara keseluruhan kepada pelayan publik, seperti guru dan sebagainya. Karena itu, kami berharap semua pihak dapat sabar menunggu,” jelasnya.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved