Berita Palembang

Mengenal Hikma Meliana, Penyandang Disabilitas yang Perjuangkan Nasib Disabilitas Perempuan Sumsel

Kaum disabilitas wanita seringkali dianggap tidak berdaya untuk melakukan pekerjaan profesinal. 

Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Maya Citra Rosa
Hikma Meliana, Ketua DPD Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumsel. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kaum disabilitas wanita seringkali dianggap tidak berdaya untuk melakukan pekerjaan profesinal. 

Berbeda dengan sosok Hikma Meliana, seorang wanita penyandang disabilitas di Sumsel, yang selalu bersemangat menyuarakan hak-hak para penyandang disabilitas lainnya.

Kondisi tubuh yang berbeda dari orang lainnya tidak membuat wanita kelahiran Gunung Megang, 29 November 1979 ini merasa minder atau harus berhenti berusaha.

Perjalanan Hikma dalam menjalankan kesehariannya cukup panjang, dimana setelah lulus SMA dia diajak untuk mengikuti pelatihan menjahit.

Hingga akhirnya dia bisa bekerja di beberapa konveksi di Bandung selama beberapa tahun.

Kemudian Hikma memilih pulang ke kampung halaman, dan membuka usaha menjahitnya sendiri di kawasan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BRSPDF) Budi Perkasa Palembang.

"Saya buka usaha menjahit sendiri di sini, saya ikut ibu angkat saya di sini sambil terus memotivasi para disabilitas " ujarnya, Kamis (22/4/2021). 

Dia bekerja sebagai mengembangkan usaha menjahitnya, meskipun selama pandemi Covid-19 saat ini sedikit orang yang menjahitkan baju kepadanya.

Hikma juga saat ini menjadi Ketua DPD Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Sumsel, untuk terus berkoordinasi kepada pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak para disabilitas di Sumsel.

Menurutnya, banyak para disabilitas perempuan yang mempunyai keahlian dan keterampilan yang seharusnya dapat menjadi sumber perekonomian mandiri.

Namun karena terbatasnya fasilitas yang ramah bagi kaum disabilitas, masih banyak perempuan disabilitas yang belum mendapatkan perhatian lebih.

"Banyak perempuan disabilitas yang mempunyai keterampilan seperti menjahit, memasak dan lain sebagainya, yang harusnya juga mendapatkan akses untuk berkembang," ujarnya, Kamis (22/4/2021).

Oleh karena itu, saat ini dia ingin menghimpun kembali para wanita disabilitas dalam satu tempat usaha, yang dapat membina mereka dalam membuat usaha.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved