65 Pos Siaga di Perbatasan Sumsel Cegat Kendaraan Pemudik, 'Yang Bandel Putar Balik Arah Perjalanan'

Dari 65 pos yang didirikan, nantinya akan dikerahkan personil gabungan yang akan 24 jam stanby di pos pengamanan, pos pelayanan dan juga pos sekat. 

Penulis: Bayazir Al Rayhan | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Bayazir Al Rayhan
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Cornelis Ferdinan Hotman Sirait 

Laporan wartawan Sripoku.com, Bayazir Al Rayhan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam waktu dekat, Ditlantas Polda Sumsel akan melaksanakan operasi ketupat musi dalam rangka melakukan pengamanan jelang lebaran Idul Fitri.

Dikarenakan tahun ini, pemerintah meniadakan mudik lebaran, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel akan mendirikan pos - pos penyekatan di sejumlah wilayah di Perbatasan Sumsel.

Dijelaskan Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis F Hotman Sirait, total pos yang akan didirikan di sejumlah perbatasan wilayah di Sumsel sebanyak 65 Pos.

"Untuk wilayah Sumsel, kami akan mendirikan Pos pengamanan sebanyak 42 pos,13 pos pelayanan dan 10 pos penyekatan. Jadi total ada 65 pos," katanya, Kamis (22/4/2021).

Dari 65 pos yang didirikan, nantinya akan dikerahkan personil gabungan yang akan 24 jam stanby di pos pengamanan, pos pelayanan dan juga pos sekat. 

Anggota Polri yang diterjunkan sendiri sebanyak 1.352 personil yang mana total secara keseluruhan tim gabungan yang diterjunkan sebanyak 2.523 personil.

Personil inilah yang nantinya akan melakukan penyekatan terhadap para kendaraan dan pemudik yang akan masuk ke wilayah Sumsel.

"Untuk pos sekat sudah kami siapkan di wilayah Rawas Ulu Muratara-Jambi, Linggau Barat  Linggau-Bengkulu, Tanjung Sakti Lahat-Bengkulu, OKU Selatan-Lampung Barat, Kota Baru Selatan OKU Timur-Lampung, Mesuji Lintas Timur-Lampung, Simpang Celika keluar masuk Tol Kayu Agung, Indralaya Raya exit tol UNSRI, Karyajaya Kertapati exit tol Keramasan dan Bayung Lencir Muba-Jambi. Ada 10 pos sekat yang kami buat," kata Hotman.

Pelaksanaan pengamanan, pengawasan, pencegahan dan mengelola semua kegiatan masyarakat. Hal ini dilakukan guna menjaga kerjasama stabilitas di lapangan dalam menghadapi mudik lebaran. 

"Kalau masih ada yang membandel, kami akan tindak tegas mulai dari memutar balikan arah perjalanan, penilangan sampai dengan kendaraan kami kandangkan," ungkap Hotman.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved