Breaking News:

Wong Kito

Mengenal Berliana Situmorang, Perawat RS Siloam Sriwijaya, Rela Jadi Garda Terdepan Pandemi Covid-19

Di momentum Hari Kartini, Berliana Situmorang menyampaikan ucapan selamat hari Kartini untuk semua rekan sejawatnya terkhusus bagi para tenaga medis

SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Berliana Situmorang, Perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang 

Apalagi ketika kita harus menjalani rawat inap di rumah sakit, perawat akan selalu datang untuk mengecek kondisi tubuh serta memberikan obat yang dibutuhkan oleh pasien.

Kata perawat berasal dari rawat /ra·wat/ v pelihara; urus; jaga;

Dikutip dari wikipedia, Perawat (bahasa Inggris: nurse, berasal dari bahasa Latin: nutrix yang berarti merawat atau memelihara) adalah suatu profesi yang difokuskan pada perawatan individu, keluarga, dan komunitas dalam mencapai, memelihara, dan menyembuhkan kesehatan yang optimal dan berfungsi.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, perawat diartikan sebagai orang yang mendapat pendidikan khusus untuk merawat, terutama merawat orang sakit;

Profesi perawat sangat dihormati oleh masyarakat berkenaan dengan tugas mulia yang dilaksanakan dalam merawat orang sakit.

Menurut UU Republik Indonesia No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan bersadarkan ilmu yang dimiliki dan diperoleh melalui pendidikan keperawatan.

Perawat bertugas memberikan pelayanan keperawatan dan bertanggung jawab atas kondisi peningkatan kesehatan, pelayanan bagi pasien serta pencegahan penyakit.

Seperti dilansir oleh American Nurses Association, berikut ini adalah beberapa tugas perawat di rumah sakit yang perlu diketahui:

1. Menjaga dan merawat pasien

Seorang perawat bertugas menjaga pasien seperti merawat kebersihan tubuh pasien dan memastikan kondisinya baik. Tak jarang juga perawat bertugas memasang popok pasien.
Selain itu, perawat juga membantu pasien agar dapat makan secara normal serta mengenakan baju.

Dalam merawat pasien, para perawat bekerjasama dengan dokter dan asisten perawat.

2. Memberikan obat sesuai waktu dan takaran

Perawat juga bertugas memberikan obat kepada pasien sesuai dengan kadar dan dosisnya.

Terkadang, pasien bandel atau lupa mengonsumsi obat pada waktu yang telah ditentukan.

Oleh sebab itu, salah satu tanggung jawab perawat adalah memastikan pasien makan obat tepat pada waktunya.

Baca juga: Bukan Polisi, Terungkap Ini Identitas Tersangka Penganiayaan Perawat RS Siloam: Saya Emosi Sesaat

3. Menjaga kesehatan pasien

Tugas perawat lainnya adalah menjaga kesehatan pasien sesuai dengan tahapan proses keperawatan, seperti memeriksa tanda vital (tensi, suhu tubuh, tekanan darah), mengecek gula darah dan memasang selang oksigen atau infus.

Selain itu, Nursing Times menjelaskan bahwa perawat juga harus selalu memantau dan memberi penilaian atas kondisi pasien yang menjadi tanggung jawabnya.

Sehingga, bersama dokter ia dapat membantu mengembangkan rencana perawatan yang sedang berjalan.

4. Memberikan motivasi dan perhatian

Seorang perawat juga harus bisa memberikan motivasi untuk pasien.

Hal ini dilakukan dengan memberikan semangat untuk kesembuhan pasien dan juga menghibur pasien untuk mengurangi rasa sakit.

Perawat bertugas menangani sejumlah besar pasien dengan berbagai kondisi, sehingga dibutuhkan kesabaran ekstra untuk menjadi seorang perawat.

Apalagi untuk menghadapi pasien yang menderita demensia, perawat memerlukan keterampilan komunikasi yang baik.

Melihat dari berbagai tugas perawat yang begitu mulia, tak heran bila perawat menjadi profesi yang paling dicintai masyarakat.

Di akhir 2017, lembaga survei kelas dunia asal Inggris bernama Ipsos Mori merilis peringkat kepercayaan publik terhadap beberapa profesi di dunia.

Hasil survei yang dikeluarkan pada November 2017 tersebut menyebutkan bahwa profesi perawat menduduki ranking satu yang mendapatkan kepercayaan publik, dengan presentasi sebesar 94 persen.

Bahkan, berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan oleh The Gallup Organization tahun 2015 tentang kejujuran profesi, perawat di Amerika Serikat dinilai sebagai profesi paling terpercaya selama 14 tahun berturut-turut.

Sementara itu, di Australia perawat memiliki tingkat kepercayaan tertinggi dengan presentase 95 persen.

Baca juga: Apa Arti Kata Om Swastiastu? Kata yang Sering Dipakai Sebagai Salam Pembuka Berasal dari Bahasa Bali

SUBSCRIBE US

Palembang Zona Merah

Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Palembang masih berada di Zona Merah.

Jika sebelumnya, ada 54 kelurahan kini bertambah lagi sehingga total menjadi 62 kelurahan.

Berdasarkan data Dinkes Kota Palembang, dari jumlah tersebut, Kecamatan Alang-Alang Lebar dan Sukarami semua kelurahannya dalam kondisi zona merah.

Sedangkan, Kecamatan Plaju dan Ilir Barat I paling juga mendominasi.

Untuk di Kecamatan Plaju ada tiga kelurahan yang berada di zona resiko rendah, yakni Kelurahan Talang Putri, Bagus Kuning.

Sementara Kelurahan Plaju Ulu, Plaju Ilir, Talang Bubuk, dan Plaju Darat semua berada di zona resiko tinggi alias zona merah.

Sementara untuk di Ilir Barat I, kelurahan Lorok Pakjo, Siring Agung, Bukit Lama, Bukit Baru, dan Demang Lebar Daun statusnya berada di zona resiko tinggi.

Hanya kelurahan 26 Ilir D-1 yang berada di zona Tidak ada resiko atau zona hijau.

Menanggapi kondisi banyaknya kelurahan yang dalam kondisi status zona merah, Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa secara mendadak melakukan pemantauan ke Posko yang ada di tingkat kelurahan.

Salah satunya di Posko kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami.

Mengingat, saat ini Palembang dalam kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro.

Hasilnya, kesiapan posko diakui Dewa sudah cukup siap.

Hanya saja memang perlu dilakukan penertiban melalui razia agar kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan dimana pun berada.

"Poskonya tadi saya lihat sudah siap, tapi sekali lagi untuk keluar dari zona merah ini butuh peran serta dari masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan."

"Minimal harus menjalankan 3M saat keluar rumah," katanya, Selasa (20/4/2021)

Lanjut Dewa, Posko yang ada di tingkat kelurahan menjadi ujung tombak untuk bisa mengoptimalkan penekanan angka kasus Covid-19 di Kota Palembang.

Di sinilah, tim terpadu dari Satpol PP, TNI/Polri, Dinkes hingga tokoh masyarakat tergabung untuk memberikan edukasi lebih masif pada masyarakat terkait protokol kesehatan

"Karenanya untuk di zona-zona merah akan mulai kita lakukan razia untuk mengedukasi masyarakat agar tak kendor protokol kesehatan. Besok razia akan mulai dari pasar pagi," kata Dewa.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Palembang Yudhi Setiawan mengatakan, data sebaran kasus tersebut terhitung 11-17 April kemarin yang diambil datanya dari 41 Puskesmas di Palembang.

"Ada kelurahan yang berubah statusnya keluar dari zona merah, ada juga yang masih sama atau trennya tetap tapi angka kematiannya meningkat," katanya.

Seperti di Kecamatan SU II Kelurahan Tangga Takat yang pada pekan perhitungan sebelumnya berada di zona merah sekarang statusnya berada di zona resiko rendah dan tidak ada zona resiko atau zona hijau

"Kami selalu mengimbau agar masyarakat tetap disiplin Prokes saat keluar rumah," katanya. (Rahmaliyah/Tria Agustina)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved