Breaking News:

Berita Palembang

Ada Tersangka Baru Kasus Gratifikasi Casis Bintara Polri 2016, Dede: Penyidiknya dari Mabes Polri

Diberitakan sebelumnya, Oknum perwira polisi, yang terlibat kasus dugaan gratifikasi, dari penerimaan calon siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2016

sripoku.com/chairul nisyah
Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede M Yasin. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terdakwa kasus dugaan grafitikasi dari penerimaan calon siswa baru bintara polri tahun 2017, divonis hukuman 4 tahun penjara, denda 200 juta dengan subsidair 4 bulan oleh majelis hakim Tipikor Palembang, Senin (19/4/2021).

Dari fakta-fakta persidangan diketahui bahwa terdakwa menempati posisi Ketua Tim Psikologi Panitia Seleksi Penerimaan Bintara Umum dan Bintara Penyidik Pembantu Polri saat perkara korupsi itu terjadi. 

Ada beberapa nama yang juga turut disebut dalam persidang, diantaranya yakni Deni Dharmapala yang juga merupakan anggota kepolisian, serta adanya seseorang disebut Ibu yang turut memberikan atensi dalam perkara ini.

Sementara itu, saat di konfirmasi pada Kuasa hukum terdakwa Edya, Supendi SH MH menyebutkan jika terdakwa melakukan hal tersebut berdasarkan perintah dari pimpinan, yang dalam fakta persidangan sebelumnya juga turut disampaikan oleh terdakwa pada majelis hakim.

"Klien kami menerima atas putusan majelis hakim. Seperti yang kita ketahui terdakwa melakukan hal tersebut dikarenakan perintah," ujarnya.

Disinggung terkait apakah akan ada tersangka baru dalam perkara ini, dikonfirmasi pada Kasi Pidsus Kejari Palembang, Dede M Yasin SH MH mengatakan pihaknya tidak mengetahui hal tersebut.

"Untuk kemungkinan adanya tersangka baru, kami tidak mengetahuinya. Karena pada perkara ini penyidiknya dari Mabes Polri," ujar Dede, Rabu (22/4/2021).

Dede juga menjelaskan atas putusan majelis hakim, terdakwa AKBP Edya menerimanya. Dede menjelaskan bahwa terdakwa Edya Kurnia telah mengembalikan uang sebesar 2 miliar rupiah.

"Hanya ini yang dapat saya sampaikan terkait pertanyaan. Untuk kemungkinan apakah akan ada tersangka baru atau tidak, itu ada pada Penyidik Mabes Polri," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Oknum perwira polisi, yang terlibat kasus dugaan gratifikasi, dari penerimaan calon siswa (Casis) Bintara Polri tahun 2016, AKBP Edya Kurnia (52) divonis hukuman 4 tahun penjara.

Halaman
123
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved