Breaking News:

Berita Eksklusif

Masyarakat Kebingungan, Penerapan Aturan PPKM di Palembang tak Jelas, Zona Merah Kembali Bermunculan

Provinsi Sumsel masuk dalam 20 besar daerah yang diwajibkan pemerintah pusat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/CHAIRUL NISYAH
Saat petugas dari Sat Pol PP Kota Palembang amankan alat musik dari salah satu tempat makan, Jum'at (16/4/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Provinsi Sumsel masuk dalam 20 besar daerah yang diwajibkan pemerintah pusat menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berskala Mikro mulai 6-19 April 2021.

Tingginya angka kematian dan juga masih belum optimalnya tingkat kesembuhan Covid- 19 menjadi pertimbangan Sumsel masuk dalam daerah yang diwajibkan melaksanakan PPKM Berskala Mikro. 

Meski pemerintah daerah telah mengklaim menerapkan aturan tersebut, namun faktanya di lapangan tidak ditemukan penerapan PPMM yang signifikan di sejumlah wilayah Sumsel khsususnya Palembang. 

Di dalam aturan PPKM mengatur beberapa aturan seperti pembatasan kapasitas perkantoran hanya 25 persen,  tempat ibadah kapasitas maksimal 50 persen, pusat perbelanjaan dibatasi hingga pukul 19.00, kegiatan rekontruksi 100 persen namun dengan prokes, rumah makan maksimal 25 persen hingga fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara. 

Dari pantauan di lapangan hingga jelang berakhirnya masa waktu PPKM, masih banyak sejumlah aturan yang dilanggar seperti kapasitas perkantoran yang melebihi 25 persen,  rumah makan masih tetap full dan minim menerapkan protokol kesehatan, serta berbagai fasilitas umum hingga pusat perbelanjaan masih ada yang tutup diatas pukul 19.00.

Sejumlah masyarakat Palembang pun mengaku masih rancu atau tidak jelas dengan aturan PPKM yang diterapkan.

Bahkan, kota Palembang kembali beberapa hari lalu kasus Covid-19 naik kembali menjadi zona merah atau resiko tinggi terpapar virus corona. 

"Aturan PPKM ini tidak jelas bagaimana, saya lihat di  kota Palembang tidak ada perubahan sama sekali. Bahkan banyak orang mengacuhkan protokol kesehatan," kata Rahmat warga Jakabaring Palembang. 

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved