Breaking News:

Masih Nekad Mudik, Siap Terima Sanksi Tegas, Mulai Penilangan Hingga Mobil Dikandangkan

Ditlantas Polda Sumsel juga akan mendirikan pos pemantau dan penyekat di sejumlah wilayah yang ada di Sumsel.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/odi
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis F Hotman Sirait 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pemerintah meniadakan larangan mudik lebaran ditengah Covid-19 tahun ini dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Hal ini tentunya menjadi fokus dari Direktorat Lalu Lintas untuk menjaga perbatasan jalan agar tidak dilewati oleh pengemudi yang tetap nekat melakukan mudik lebaran.

Selain melaksanakan rapat koordinasi terkait larangan mudik lebaran, Ditlantas Polda Sumsel juga akan mendirikan pos pemantau dan penyekat di sejumlah wilayah yang ada di Sumsel.

"Untuk sekarang ini masih dalam rangka Operasi Keselamatan Musi 2021 kami terus melakukan sosialisasi terkait keselamatan berlalu lintas dan juga larangan mudik dari pemerintah," kata Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Cornelis Ferdinan Hotman Sirait, Selasa (20/4/2021).

Ditlantas Polda Sumsel tentunya akan memberikan sanksi kepada masyarakat yang membandel. Bahkan kendaraan pun akan dikandangkan jika tetap nekat melakukan mudik.

Selain itu Ditlantas juga akan mempelajari pola-pola dari masyarakat yang tetap nekat mudik dan bisa meloloskan diri dari pos pemantauan dan penyekatan yang telah dibuat.

Hal ini, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya. Sehingga, pola-pola seperti ini juga menjadi perhatian dari petugas di lapangan nantinya. 

"Kalau masih ada yang membandel, kami akan tindak tegas mulai dari memutar balikan arah perjalanan, penilangan sampai dengan kendaraan kami kandangkan," lanjut Hotman.

Seluruh jajaran Satlantas yang ada di wilayah Sumsel pun juga sudah mempersiapkan pembuatan pos pemantauan dan penyekatan. Dengan demikian, instruksi larangan mudik dari pemerintah bisa terlaksana dengan baik. Selain itu juga bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pemudik terkait larangan mudik dari pemerintah. 

"Seluruh moda transportasi dari tanggal 6 sampai 17 Mei mendatang, tidak beroperasi. Inilah yang menjadi perhatian dan fokus kami, agar tidak ada yang lolos dari pantauan," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved