Breaking News:

Larangan Mudik, Pelabuhan Boom Baru Tidak Beroperasi, Pelabuhan TAA Tetap Antar Logistik

Pengelola Pelabuhan kapal cepat atau jetfoil Boom Baru Palembang tidak beroperasi mengangkut penumpang pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/odi
Penumpang tampak tengah menunggu kedatangan kapal cepat di Pelabuhan Boombaru Palembang pada pekan lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengelola Pelabuhan kapal cepat atau jetfoil Boom Baru Palembang mengeluarkan kebijakan tidak akan beroperasi mengangkut penumpang pada periode larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Kementerian Perhubungan mengenai aturan melalui Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) nomor 13 tahun 2021 mengenai imbauan untuk pengendalian transportasi jelang lebaran mendatang. Larangan berpergian tersebut berlaku terhadap seluruh jenis moda transportasi darat, laut, udara dan kereta api. 

Assistant Deputy General Manager (ADGM) Komersial, Marlamb Samuel Y mengatakan pada periode larangan mudik nanti pihaknya mengeluarkan jadwal baru,  dimana kapal cepat tujuan Palembang-Bangka Belitung tidak beroperasi pada periode larangan mudik. Kapal cepat tersebut bakal kembali beroperasi 18-23 Mei 2021. 

Sejak Pandemi Covid-19 menerpa, Pelabuhan jetfoil atau kapal cepat Boombaru Palembang diakuinya turut terkena imbasnya. Sepinya penumpang, membuat keberangkatan dari Palembang menuju Bangka dan Belitung hanya berlangsung dua kali seminggu yakni pada hari Senin dan Jumat. 

"Untuk tanggal 18-23 Mei kita beroperasi setiap hari Pulang Pergi (PP). Kemudian tanggal 24 Mei kembali ke jadwal semula beroperasi Senin dan Jumat," katanya,  Senin (19/4/2021).

Ia menjelaskan, meski Pelabuhan Boom Baru Palembang tidak beroperasi pada masa larangan mudik, namun hingga saat ini tak ada lonjakan penumpang. 

Dalam pekan ini, para penumpang yang menggunakan jasa kapal cepat via Pelabuhan Boombaru Palembang menuju Muntok dan Pangkal Pinang tercatat hanya ada 400 penumpang. 

"Sejak Pandemi Covid-19 jumlah penumpang menurun drastis hingga 80 persen. Dengan jumlah kapasitas penumpang mencapai 800 orang, kini keterisian penumpang di kapal cepat rata-rata hanya 83 penumpang per hari," jelas Marlamb. 

Sementara itu,  Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan TAA dan Kertalaya, Drs Iwan Gunawan Syahputra menerangkan untuk pelabuhan Tanjung Api-Api Palembang tidak tutup pada masa larangan mudik. Hanya saja pihaknya membatasi perjalanan bagi penumpang.

"Untuk logistik dan barang akan berjalan seperti biasa," ujar Iwan. 

Menurutnya, ada beberapa kriteria pengecualian terhadap aturan permenhub yang tetap membolehkan penumpang untuk berpergian. Pengecualian ini seperti, perjalanan dinas, bekerja, kondisi mendesak yang terbagi dalam dua kasus sakit dan melahirkan.

Pelabuhan Tanjung Api-api Palembang pada masa arus mudik akan menyeidiakan lima trip dalam sehari dari Pelabuhan TAA dan Pelabuhan Tanjung Kalian. 

Iwan menjelaskan, sejauh ini arus penumpang di pelabuhan Tanjung Api-Api masih terpantau normal. Terlebih sejak ada permenhub, belum ada lonjakan penumpang yang cukup berarti di Pelabuhan. Sejauh ini kendaraan yang membawa logistik lebih mendominasi ketimbang penumpang. 

"Estimasinya ada 100 sampai 150 orang penumpang dalam sehari. Jumlahnya bisa naik kalau weekend. Untuk penumpang ini terhitung masih sepi dibadingkan beberapa tahun lalu," tuturnya.  (Oca) 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved