Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Kasus Covid-19 di Sumsel, Minggu 18 April 2021 Bertambah 126 Orang, Kapolda Sumsel Angkat Bicara

Kasus positif covid-19 di Sumsel hingga Minggu (17/4/2021) mengalami penambahan sebanyak 126 orang.

Humas Polda Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM menjadi Irup pada upacara kenaikan Pangkat Personel PNS Polri Polda Sumsel dan Pemberian HAR kepada Anggota yang berprestasi dan kepada yang Personel yang berulang Tahun di halaman Apel Polda Sumsel, Senin (05/04/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus positif covid-19 di Sumsel hingga Minggu (17/4/2021) mengalami penambahan sebanyak 126 orang.

Palembang masuk sebagai penambahan kasus tertinggi di Sumsel dengan 67 orang.

Penambahan kasus positif covid-19 di Sumsel ini pun mendapat respon dari Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Eko Indra Heri.

Dikatakan Irjen Eko, masyarakat jangan menganggap covid-19 di Indonesia sudah berakhir.

"Saya yakin jika masyarakat masih berpikir seperti itu bisa dipastikan Covid-19 di Sumatera Selatan akan menjadi lebih parah lagi," kata Irjen Eko, Senin (19/4/2021)

Orang nomor satu di kepolisian Polda Sumsel ini pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumsel untuk selalu mematuhi protokol kesehatan covid-19 untuk memutus mata rantai penyebarannya.

"Ditengah suasana bulan suci Ramadan, untuk juga bisa menjaga diri kita dalam beribadah dengan tetap mematuhi Prokes," ucapnya.

Selain di Palembang, pertambahan pasien positif Covid-19 hari ini juga terjadi di Kota Lubuklinggau sebanyak 3 orang, Kota Prabumulih 4 orang, OKU Timur sebanyak 17 orang, Banyuasin 2 orang, OKU Selatan 2 orang, Musi Rawas 8 orang, Muara Enim sebanyak 17 orang, OKI 5 orang dan Muratara sebanyak 1 orang.

Dijelaskan kapolda, virus ini bermula dari kota Wuhan tepatnya di Tiongkok, virus jenis baru ini telah menyebar ke berbagai belahan negara di dunia yang menyebabkan timbulnya penyakit coronavirus disease 2019 atau yang disebut juga dengan Covid-19.

"Tentunya, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh dan dibiarkan begitu saja. World Health Organization (WHO) pun juga sudah menetapkan pandemi Covid-19 sejak 11 Maret 2020 yang lalu," kata Irjen Eko.

Istilah pandemi tidak digunakan untuk menunjukkan tingginya tingkat suatu penyakit, melainkan hanya memperlihatkan tingkat penyebarannya saja. Perlu diketahui, dalam kasus pandemi Covid-19 ini menjadi yang pertama dan disebabkan oleh virus corona.

"Sebelum pandemi Covid-19 ini menyerang, pada tahun 2009 yang lalu pernah merebak virus yang bernama flu babi. Penyakit ini bisa terjadi ketika strain influenza baru atau H1N1 menyebar ke seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia," kata Eko Indra Heri.

54 Kelurahan di Kota Palembang Zona Merah COVID-19, Ini Daftarnya, WASPADALAH! Jangan Anggap REMEH!

Tambahan 3 Pasien Kasus Covid-19 di Empat Lawang Kini Genap 100, Update Virus Corona di Empat Lawang

Penulis: Bayazir Al Rayhan
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved