Breaking News:

Kecurangan Dalam Bisnis

Jadikan Puasa  Pencegah Kecurangan Dalam Bisnis

Ibadah puasa yang kita jalankan pada tahun ini berbeda dengan tahun lalu.

Editor: Salman Rasyidin
Jadikan Puasa  Pencegah Kecurangan Dalam Bisnis
ist
Amidi

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) ora­ng-orang  ya­ng apabila menerima takaran dari orang lain mereka meminta dipenuhi, dan apabila me­reka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka meng­ura­ngi”. (QS. Al-Mu­tha­ffifin : 1-3)

Kemudian, hadis RasulullahSAW dari Abdullah bin Umar ra katanya :

“Seorang laki-laki bercerita kepada Rasulullah SAW bahwa dia ditipu orang dalam hal jual beli. Ma­ka sab­da beliau: “Apabila engkau berjual beli, maka katakanlah jangan menipu” (Bu­khari dan Mus­lim) .

Puasa Pencegahnya !

Momentum Puasa yang merupakan media mencegah perbuatan jahat dan keji ter­sebut  ja­ngan kita abaikan begitu saja.

Dengan berpuasa kita didorong untuk meng­hindari per­buatan-perbuatan yang tercela, perbuatan yang menyimpang, kecurangan dalam bis­nis.

Sebagimana termaktub dalam perintah puasa itu sendiri, agar kita TAQWA, agar ki­ta takut melakukan perbuatan yang tercela tersebut, agar kita taat terhadap perintah Allah dan menjauhi segela larangannya.

“Wahai orang-orang yang beriman diwa­jibkan a­tas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang se­belum kamu agar kamu ber­­taqwa” (QS. Al Baqarah : 183).

Tidak Boleh Curang!

Tidak hanya dalam ajaran agama, termasuk agama apa saja yang melarang kita mela­ku­kan kecurangan dalam bisnis.

Namun dalam ketentuan bisnis secara umum pun kita di­larang melakukan kecurangan dalam bisnis tersebut.

Bahkan secara um­um dalam men­jalankan bisnis, apa pun bentuk/kegiatan bisnis tersebut, kita juga diminta untuk men­jalankan erika bisnis tersebut.

Etika bisnis yang kita harus jalankan tersebut tiada lain tujuannya agar kita dalam menjalankan bisnis melakukan bisnis yang baik dan tidak melakukan kecurangan.

Sebagaimana para ahli mensinyalir bahwa etika bisnis bisa menjadi standar serta pe­do­man bagi setiap karyawan termasuk manajeman dan dijadikan sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari hari dengan landasan kejujuran, moral luhur, trans­pa­ransi serta sikap profesional.

Hill dan Jones mensitir bahwa etika bisnis me­rupakan su­atu ajaran untuk membedakan antara salah dan benar.

Untuk itu, maka Sonny Keraf (1998) merumuskan etika bisnis setidaknya harus me­me­nuhi beberapa prinsip, yakni prinsip kejujuran, prinsip otonomi, prinsip keadilan, dan prin­­sip integritas moral.

Kemudian harus ada rasa saling percaya satu sama lain dan  ada rasa tanggung jawab. 

Untuk apa kita menjalankan etika bisnis dalam menjalankan bisnis kita?.

Sebetulnya ba­nyak keuntungan yang kita peroleh dengan menjalankan etika bisnis alias meng­hin­dari kecurangan dalam berbisnis tersebut.

Setidaknya dari sisi perusahaan atau pe­laku bisnis akan dapat meningkatkan reputasi perusahaan (terhadap bisnis kita) dan a­tau a­kan meningkatkan kepercayaan (trust) konsumen terhadap perusahaan (terhadap bis­nis kita).

Dari sisi konsumen, dengan kita menjalankan etika bisnis alias menghindari ke­cu­rangan tersebut.

Maka konsumen akan merasa puas dengan pelayanan yang kita be­rikan, kon­sumen akan merasa nyaman dengan prilaku yang kita tampilkan.

Se­hingga pada sa­at­nya mereka akan mengulang melakukan transaksi dengan kita dan dalam jangka pan­jang konsumen akan menjadi pelanggan-pelanggan kita.

Momentum puasa inilah akan  mendorong kita melakukan bisnis dengan senantiasa di­lan­dasi etika bisnis tersebut, dan senantiasa melakukan bisnis dengan kejujuran alias ti­dak curang.

Jadikan momentum puasa di Bulan Ramadhan ini dan pasca Ra­madhan un­tuk memangkas/menghilangkan tabiat yang jelek kita selama ini dan ja­dikan mo­men­tum pu­asa di Bulan Ramadhan ini dan pasca Ramadhan untuk meraih tu­juan bisnis sem­bari mengharapkan ridho dan berkah.

Semoga bisnis kita langgeng, berkembang dan te­rus membesar  berkat doa konsumen yang kita layanai dengan baik tersebut. Se­la­mat berjuang!!!!!

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved