Breaking News:

Penganiaya Perawat RS Siloam Ditangkap

Gawat, Petani Desa Mekar Alam Pagaralam Terancam Gagal Panen, Sawah Rusak Bak Disapu Banjir Bandang

Tanaman petani rusak dan terancam gagal panen karena luapan air yang masuk ke areal sawah cukup deras bak banjir bandang.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Refly Permana

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Hujan lebat yang mengguyur sejumlah kawasan di Pagaralam beberapa hari ini mengakibatkan anak sungai Siring Agung yang mengaliri area ladang sawah warga Desa Mekar Alam meluap.

Hal ini disebabkan aliran sungai tidak mampu menampung luapan air yang begitu deras.

Kondisi ini membuat lahan sayur dan padi warga terendam air.

Akibatnya, tanaman petani rusak dan terancam gagal panen. Pasalnya luapan air yang masuk ke areal sawah cukup deras dan membawa serta tanaman petani.

Mengenal RA Kartini atau Raden Adjeng Kartini & Kisah Cintanya, Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia

Salah satu pemilik lahan, Alen (37), mengatakan bahwa kejadian ini merupakan kali pertama terjadi selama dirinya mengarap lahan tersebut.

"Hujan memang sangat lebat disertai angin kencang.

Jadi anak sungai Siring Agung yang memang merupakan anak sungai tak mampu menampung debet air. Ini kali pertama air sungai meluap ke lahan saya ini dek," ujarnya.

Sementara itu, Riko (40) warga setempat mengatakan, bahwa luapan air yang begitu besar bercampur dengan ranting pepohonan dan juga sampah rumah tangga yang dibawa derasnya aliran air, hal ini membuat aliran sungai tidak lancar.

"Memang beberapa hari ini hujan lebat terus melanda Pagaralam. Kami belum tau apa penyebab luapan air ini. Namun hujan sangat lebat beberapa hari belakangan ini," jelasnya.

Profil Kiki Kinanti, Pemeran Serena Penjual Kicimpring di Sinetron Preman Pensiun 5, Pecinta Alam

Akibatnya aliran anak sungai Siring Agung, air menggenangi ladang warga yang dekat dengan aliran air sungai tersebut.

Ada beberapa ladang warga yang juga ikut terendam akibat luapan air Siring Agung

"Akibat luapan air sungai yang menggenangi ladang kami, bisa gagal panen dan mengalami kerugian yang cukup besar," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved