Breaking News:

Penganiaya Perawat RS Siloam Ditangkap

BREAKING NEWS Penganiaya Perawat RS Siloam Palembang Malam-malam Ditangkap Polrestabes Palembang

Terduga penganiaya seorang perawat RS Siloam sudah diamankan Polrestabes Palembang beberapa jam usai kejadian ini viral.

Editor: Refly Permana
TANGKAP LAYAR INSTAGRAM
Tangkapan layar seorang perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang dianiaya keluarga pasien, Kamis (15/4/2021). Video ini viral. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sempat viral di media elektronik massa dan media sosial aksi penganiyaan terhadap Perawat di RS Siloam diduga oleh orangtua salah satu pasien yang di rawat disana, yakni Christina Ramauli S (27) warga Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Kamis (15/41) sekitar pukul 13.40.

Jajaran Satreskrim Polrestabes Palembang dipimpin langsung Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi bergerak cepat langsung menjemput diduga pelaku penganiayaan JT, Jumat (16/4/2021) sekira pukul 20.00. 

Untuk proses penyelidikan pelaku saat ini sedang dimintai keterangannya oleh Satreskrim terkait dugaan penganiayaan yang dilakukannya tersebut.

"Kita masih dalami dan meminta keterangan, motif atau asal mula mengapa sampai terjadi insiden di rumah sakit," ungkap Tri.

Lanjutnya, untuk saat ini terlapor kooperatif dan bersedia memberikan keterangan kepada polisi.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban sudah melaporkan pelaku inisial JT ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang dihari yang sama beberapa jam usai kejadian.

Kejadian persis terjadi didalam rumah sakit Siloam Sriwijaya ruangan IPD 6 dikamar 6026 Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang dimana saat kejadian korban sedang berkerja di tempat kejadian perkara (TKP).

Kemudian korban dipanggil oleh pelaku dan menyuruh menemui di kamar tempat anak pelaku dirawat.

Lalu korban datang ditemani oleh saksi CH dan temannya 1 orang menemui pelaku, setelah bertemu pelaku di kamar kemudian pelaku menyuruh saksi CH dan temannya pergi meninggalkan korban sendirian saja di kamar tersebut.

Akan tetapi saksi tidak mau pergi meninggalkan korban sendirian.

Saat itu pelaku langsung menanyakan kepada korban "bagaimana cara korban melepaskan infus ditangan anaknya pada saat itu" disaat korban hendak menjawab pertanyaan tiba tiba saja pelaku langsung memukul wajah bagian sebelah kiri korban dengan tangan kosong.

Hal ini membuat saksi langsung membantu melerai, akan tetapi pelaku kembali memukul menggunakan tangan kanan dibagian wajah korban.

Saksi kemudian meminta bantuan pihak keamanan rumah sakit, namun saat kembali ke dalam kamar saksi melihat korban sudah berlutut didepan pelaku.

Saat itu pelaku menendang bagian perut korban, dan saksi kemudian berusaha melerai kemudian membawa korban keluar kamar namun rambut korban ditarik pelaku sehingga sempat tarik menarik, namun akhirnya dengan dibantu teman teman korban akhirnya berhasil keluar.

Korbanpun langsung dilarikan ke emergency untuk diberikan perawatan akibat penganiayaan tersebut, korban juga mengalami memar dibagian mata sebelah kiri, bengkak di bagian bibir, dan bagian perut terasa sakit. (
 

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved