Breaking News:

Buya Menjawab

Bagaimana Melafazhkan Niat Benar?

Di antara pendapatnya dalam masalah ini adalah, bahwa melafazhkan niat sebagai suatu kekurangan dalam akal dan agama, & bahwa hal itu termasuk bid’ah.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi. 

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Usholli yang diucapkan sesaat sebelum takbir adalah berdasarkan Qias terhadap perintah Rasulullah saw. kepada jama'ah haji supaya mengucapkan lafaz niat haji. Sebagaimana hadits berikut: Dari Saidina Umar ra. Beliau berkata: Saya dengar Rasulullah saw.berkata di Wadi' Aqiq; Datang tadi malam pesuruh dari Tuhanku, Ia memerintahkan supaya kita sembahyang di lembah yang diberi berkat ini, dan ucapkanlah "Ini Umrah dalam haji." (Hadits sahih riwayat Imam Bukhari –Shahih Bukhari I hal.189- Fathul Bari, Juz.IV hal.135)

Hadits di atas menyatakan bahwa; Pada saat beliau beserta para sahabat sampai di Padang 'Aqiq menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah haji, beliau memerintahkan sahabat-sahabat supaya meniatkan "Umrah bersama-sama haji" artinya beliau dan para sahabat melakukan "Haji Qiran" Yaitu Haji bersama Umrah". Lembah 'Aqiq berada lebih kurang 4 mil dari kota Madinah. Dalam hadits tersebut Rasul Saw. memerintahkan melafazkan niat haji dengan berkata: "Qul" , yang artinya ucapkanlah. Diucapkan dengan lisan dan diniatkan dalam hati.

Imam Ibnu Hajar al Haitami menyatakan di dalam Tuhfatul Muhtaj Ila Syarhil Minhaj, bahwa Ushalli ini diqiyaskan kepada haji, sebagaimana tersebut di atas.Atas dasar tersebut, maka sunnat melafazkan Ushalli sesaat sebelum Takbiratul Ikhram di dalam melaksanakan sholat.

Arti Niat dalam bahasa Indonesia adalah maksud, tujuan dan nazar. Adapun dalam bahasa Arab Niat artinya sengaja atau sengaja dalam hati. Arti berniat adalah menyengaja dalam hati.

Dalam istilah agama, Niat adalah : "Qosdus syayin muktarinan bi fi'lihi" artinya: "Menyengaja memperbuat sesuatu serempak dengan mengerjakan sesuatu".

Serta Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Rumusan Niat di atas dapat ditemukan pula dalam kitab-kitab fiqih mu'tamad, seperti di dalam kitab Qaliyubi: "Niat itu menurut syari'at Islam ialah: Menyengaja memperbuat sesuatu diserempakkan dengan memperbuat sesuatu itu." (Qaliyubi, Juz I hal. 140)

Apabila di dalam sholat, maka niat itu harus dipasang atau diletakkan pada permulaan sholat, yaitu pada ketika membaca takbir "Allahu Akbar".

Jika pada ibadah haji, maka niat itu wajib dipasang pada ketika telah memakai pakaian ihram dan mulai membaca Talbiyah, "Labbaik Allahumma Labbaik".

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved