Breaking News:

Buya Menjawab

Bagaimana Melafazhkan Niat Benar?

Di antara pendapatnya dalam masalah ini adalah, bahwa melafazhkan niat sebagai suatu kekurangan dalam akal dan agama, & bahwa hal itu termasuk bid’ah.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM Assalamualaikum.Wr.Wb.
BUYA saya baca dalam buku “221 Kesalahan Dalam Shalat”, Abdul Aziz bin Nashir al-Musainid penerjemah Gunaim Ihsan, Lc. Di dalam buku itu dinyatakan; Kesalahan 1) Melafazkan niat, seperti ucapan mereka, “Aku melaksanakan shalat zhuhur empat rakaat secara merjamaah karena Allah.” Yang benar: Bahwa niat tempatnya dalam hati dan tidak perlu dilafazhkan.

Syaikhul Islam Ahmad bin Taimiyyah punya pendapat yang bagus mengenai perselisihan/kesalahan ini yang disampaikannya secara panjang lebar. Di antara pendapatnya dalam masalah ini adalah, bahwa melafazhkan niat sebagai suatu kekurangan dalam akal dan agama, dan bahwa hal itu termasuk bid’ah yang jelek.” (Majmu’al-Fatawa, 22/227-258). Mohon penjelasan Buya mana yang baik?

Terima kasih 0812 780 XXXX

Baca juga: Buya Menjawab: Boleh Sholat Jumat dan Corona Berakhir saat Bintang Tsurayya Terbit Pekan Kedua Juni

Baca juga: Buya Menjawab: Apa Hukumnya bagi Orang Tua Uzur yang Tidak Sholat Berjamaah di Masjid

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

Jawab:
Wa’alaikumussalam.Wr.Wb.
Ananda, di dalam masalah khilafiyah tidak ada yang boleh mengklaim “saya benar, dia salah” akan tetapi dengan rendah hati seperti yang dikemukakan oleh Imam Syafi’i: ”Bila kalian menemukan dalam kitabku sesuatu yang berlainan dengan Hadits Rasulullah, peganglah Hadits Rasulullah itu dan tinggalkanlah pendapatku ini.”

Dalam mazhab Syafi’i rukun sholat ada 13. Rukun sholat yang Pertama : 1. Niat …12. Salam 13. Tertib (Zuhaili,Al-Fiqh al Islam wa adillatuhu, 1997 Vol II hal. 814)

1. Niat wajib dilakukan pada waktu permulaan melakukan sholat. Niat menurut Mazhab Syafii adalah qoshdus syai' muqtarinan bifiklihiartinya menyengaja sesuatu yang berbarangan dengan perbuatannya. Niat tersebut adalah kehendak hati, disengaja di dalam hati (rukun qalbi).

Sebelum berbicara lebih lanjut tentang Niat ada yang merupakan rangkaiannya adalah Usholli. Masalah Usholli ini walaupun hukumnya sunnat saja, tetapi karena erat hubungannya dengan Niat dan dengan sholat yang wajib, maka ia menjadi suatu masalah yang penting dalam ibadah.

Imam Nawawi seorang ulama yang bermazhab Syafi'i lahir 630 H dan wafat 676 H, dalam kitabnya Minhajut Thalibin sebuah kitab induk dalam Mazhab Syafi'i menyatakan: "Dan sunnat mengucapkan Niat itu sesa'at sebelum takbir".

Mengucapkan Niat, artinya mengucapkan Usholli sesa'at sebelum Takbiratul Ihraam. Masalah Usholli ini dalam istilah ilmu fiqih dinamakan dengan "Talaffuzh bin Niyah Qubailit Takbir" yang berarti "Mengucapkan apa yang diniatkan sesa'at sebelum takbir", yaitu pada ketika seseorang telah siap berdiri untuk sholat. Mengucapkan usholli saja tanpa berniat di dalam hati tidak sah sholatnya, karena usholli bukan niat karena niat itu terletak dalam hati bukan dilidah. Usholli hukumnya sunnat, akan tetapi niat adalah rukun atau fardhu.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved