Breaking News:

Rotary Club Jakarta Sunter Centennial Gelar Gerakan Ayo Cegah Stunting di Cijeruk Bogor

Rotary Club Jakarta Sunter Centennial mewakili Rotary International District 3410 menggelar Gerakan Ayo Cegah Stunting di aula kantor Kecamatan Cijeru

ISTIMEWA
Rotary Club Jakarta Sunter Centennial mewakili Rotary International District 3410 menggelar Gerakan Ayo Cegah Stunting di aula kantor Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Senin (12/4/2021) 

SRIPOKU.COM - Rotary Club Jakarta Sunter Centennial mewakili Rotary International District 3410 menggelar Gerakan Ayo Cegah Stunting di aula kantor Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Selain menyerahkan paket alat peraga Mistar Tinggi Badan dan Kalendar Nutrisi, Rotary juga mengadakan sosialisasi penggunaan alat-alat peraga tersebut kepada para Kepala Desa dan Ketua Kader PKK tingkat desa sehingga dapat di sebar dan gunakan di semua posyandu se-Kecamatan Cijeruk.

Stunting merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada anak akibat kurangnya azupan gizi dalam jangan waktu panjang sehingga mengakibatkan anak memiliki perawakan pendek dengan risiko kerusakan sel otak yang tinggi.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh WHO di tahun 2019, Indonesia sendiri menduduki urutan ke-empat dengan angka stunting tertinggi di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Rotary Indonesia dengan Gerakan Ayo Cegah Stuntingnya bertekad untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan bahayanya kekurangan gizi pada anak.

“Kami berharap dengan adanya Gerakan Ayo Cegah Stunting ini, masyarakat Indonesia dapat lebih memahami dan mampu mendeteksi secara dini perkembangan gizi anaknya masing-masing serta menerapkan perilaku hidup bersih sehat dengan gizi seimbang” ujar District Governor D3410 Roziana Wiguna saat menjelaskan tujuan awal dari Gerakan Ayo Cegah Stunting ini.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Tahun 2019 sebanyak 6,3 juta balita dari populasi 23 juta atau 27,7 persen balita di Indonesia mengalami gizi kurang dan gizi buruk hingga terindikasi stunting.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan akses pangan bergizi, ketidaktahuan mengenai gizi, hingga kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih sehat.

Azupan gizi seimbang berperan penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Seperti penjelasan Prof Dr. Anna Alihsyahbana, pendiri F2H serta pakar stunting kenamaan di Indonesia.

“Rotary turut mendukung program pemerintah untuk mencegah stunting. Gerakan Ayo Cegah Stunting menerapkan edukasi bottom-up, yaitu dimulai dari keluarga, merupakan tahap dasar yang dapat mendukung upaya keluarga dalam memastikan anak mendapatkan nutrisi yang seimbang. Intervensi gizi seimbang sangat penting pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan, yaitu dimulai saat ibu hamil sampai anak berusia 2 tahun” kata dia.

Halaman
123
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved