Lebih Mudah Dibanding Rapid Test Antigen, Penumpang Antusias Lakukan GeNose Test di Bandara SMB II

Penggunaan GeNose untuk deteksi Covid-19 di Bandara Internasional SMB II mendapat sambutan antusias penumpang. Karena jauh lebih mudah

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/odi
Para calon penumpang tampak tengah mengantri untuk melakukan GeNose test dk Bandara SMB II Palembang, Rabu (14/4/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak 1 April 2021, Otoritas Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB II) Palembang mewajibkan para calon penumpang yang akan berangkat untuk melakukan deteksi dini Covid-19 menggunakan GeNose C-19. 

Sejak diberlakukan GeNose test para penumpang yang akan berangkat jadi lebih dipermudah, para calon penumpang tidak perlu lagi repot antre rapid antigen. Setelah dinyatakan negatif GeNose, maka penumpang dipersilahkan untuk berangkat. 

Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara SMB II, Tommy Ariesdianto mengatakan sejak diberlakukan GeNose test antusias para penumpang cukup tinggi. Setidaknya, sehari ribuan orang yang akan melalui Bandara SMB II Palembang melakukan GeNose test. 

Apabila calon penumpang sudah melakukan rapid test anti bodi sebelum berangkat, maka yang bersangkutan tidak perlu lagi melakukan GeNose test. 

"Di bulan puasa ini GeNose test tetap berjalan seperti biasa. Bagi yang sudah ada rapid tidak perlu GeNose lagi," katanya,  Rabu (14/4/2021).

Dijelaskannya, GeNose test diharapkan dapat mempermudah proses tracing dan pencegahan penyebaran virus corona di bandara. SMB II Palembang telah menyiapkan sedikitnya enam alat GeNose yang dapat digunakan untuk memeriksa setiap penumpang.

Dengan harga yang relatif lebih murah dibanding PCR maupun Swab Antigen, GeNose diharapkan menjadi alternatif syarat bepergian menggunakan transportasi udara. Untuk harga satu kali tes, penumpang cukup mengeluarkan uang Rp 40.000. Jika hasilnya negatif, mereka dapat langsung bepergian. 

"Jumlah penumpang yang test GeNose bisa ribuan per hari. Per 14 April saja pergerakan penumpang tercatat 3.279 orang," jelasnya. 

President Director PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menjelaskan GeNose test dilakukan untuk memastikan kesiapan tiga aspek keselamatan, pencegahan dan penyebaran virus, khususnya di wilayah bandara. Hasil tes dari GeNose ini akan terintegrasi dengan aplikasi eHAC  (Aplikasi Kementerian Kesehatan yang digunakan sebagai pengawasan pelaku perjalanan, baik di rute domestik dan internasional.

"Jadi hasil GeNose akan diinput secara digital ke aplikasi eHAC," ungkapnya. 

Seperti diketahui,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat mengeluarkan fatwa nomor 24 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah di Bulan Ramadan dan Syawal tahun 1442 Hijriah.Fatwa yang ditetapkan Senin, 12 April 2021 tersebut membahas pelaksanaan tes Covid-19 selama ibadah puasa di bulan Ramadan.

Ketua MUI Palembang, Saim Marhadan menjelaskan tes Swab, baik lewat hidung maupun mulut untuk deteksi Covid-19 saat berpuasa tidak membatalkan puasa, karenanya umat Islam yang sedang berpuasa boleh melakukan tes swab atau GeNose test. 

Selain itu, sesuai fatwa yang dikeluarkan MUI pusat vaksinasi yang dilakukan melalui injeksi atau jarum suntik tak akan membatalkan puasa, jika tidak membahayakan kondisi tubuh. Oleh karena itu umat Islam diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi di bulan Ramadhan.

"Sebelum divaksin, diharapkan pemerintah agar dapat mengidentifikasi dulu umat muslim yang sedang berpuasa apakah berpuasa berdampak atau tidak terhadap ketahanan tubuh saat divaksin," harapnya.  (Oca) 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved