Breaking News:

Dai Milenial Pegang Peranan Penting Dakwah di Dunia Digital

Dalam berdakwah, dai milenial tidak hanya sekadar menyampaikan materi dakwah dalam setiap kegiatan dakwahnya, tetapi juga menjawab problematika.

istimewa
Ust Ahmad Walebi SUd, MSI pemilik akun Fb Ahmad Walebi dan Instagram (IG) Ahmad Walebi 

Laporan wartawan Sripoku.com, jati Purwanti

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - DAKWAH di era modern sangat bergantung terhadap dai milenial.

Dai milenial seharusnya berdakwah dengan menerapkan metode yang sesuai dengan keinginan masyarakat dan mengikuti perkembangan zaman.

"Perkembangan teknologi dan media menandakan terjadinya perubahan kehidupan manusia yang tidak dapat dihindari.

Teknologi dan media modern menjadi konsekuensi kebutuhan primer yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan manusia.

Manusia seolah-olah tidak bisa hidup dengan teknologi dan media modern di era sekarang ini," kata Ust Ahmad Walebi SUd, MSI pemilik akun Fb Ahmad Walebi dan Instagram (IG) Ahmad Walebi.

Ada Tiga Pasien Meninggal Dunia dengan Covid-19, Update Virus Corona di Muaraenim 14 April

Pemakai tekologi dan media modern saat ini satu diantaranya adalah manusia generasi milenial.

Dai milenial dapat menggunakan teknologi dan media modern dalam menunjang keberhasilan dakwah.

Dalam berdakwah, dai milenial tidak hanya sekadar menyampaikan materi dakwah dalam setiap kegiatan dakwahnya, tetapi juga menjawab problematika masyarakat baik material maupun spiritual.

Hal itu dilakukan supaya masyarakat kekinian semakin meningkatkan kehidupan yang islami sesuai dengan aturan Islam.

Kemudahan dalam fasilitas yang disediakan oleh media sosial facebook menjadi kelebihan tersendiri bagi masyarakat virtual khususnya bagi juru dakwah atau para dai dalam menyampaikan atau membagikan informasi dakwah Islam, berdikusi dan menyambung tali silaturrahim kepada pengguna facebook lainnya.

Ada Dua Kecamatan Zona Merah Covid-19, PPKM Skala Mikro Bakal Diterapkan di Muaraenim

Tak aneh, jika dai satu ini di akun Fb-nya sering kali menayangkan bacaan atau qiroat Alquran bersama anak-anak, dengan kata lain ingin ingin menarik kalangan milenial untuk belajar seni baca Alquran.

"Penggunaan media sosial tergantung niatnya. jika riya, maka akun itu tidak berumur panjang, tetapi kalau tujuannya dakwah, insya Allah akan berkah," kata pria kelahiran 20 Oktober 1986 ini.

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved