Breaking News:

Berita Palembang

18 Rumah di Pasar Gubah Terbakar, Taswin Dituntut 8 Tahun Penjara, Keluarga Beri Surat Gangguan Jiwa

Sidang digelar secara virtual diketua oleh hakim Taufik Rahman SH MH di Pengadilan Negeri Palembang, Klas 1A Khusus Sumsel, Rabu (14/4/2021).

SRIPOKU.COM / Rahmaliyah
Pelaku pembakaran di kawasan Pasar Gubah Kota Palembang diamuk massa, Selasa (26/1/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Masih ingat dengan Taswin (35), seorang pria yang pemuda yang pada bulan Januari 2021 lalu menyebabkan 18 rumah dikawasan Pasar Gubah Palembang terbakar, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman 8 tahun penjara.

Sidang digelar secara virtual diketua oleh hakim Taufik Rahman SH MH di Pengadilan Negeri Palembang, Klas 1A Khusus Sumsel, Rabu (14/4/2021).

Dalam tuntutan sidangnya, JPU menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dengan sengaja menimbulkan kebakaran yang menimbulkan bahaya umum bagi barang dalam dakwaan tunggal JPU melanggar Pasal 187 ke-1 KUHP.

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 8 tahun penjara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," ujar Rini Purnamawati SH MH.

Mendengar hal tersebut, Majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa yang dalam persidangan tanpa didampingi penasihat hukum ini untuk mengajukan pembelaan, terdakwa meminta direhabilitasi.

Usai persidangan, salah seorang pengunjung sidang diduga adik terdakwa mendatangi meja hakim dengan memberikan secarik kertas diketahui berisi surat keterangan dari pihak rumah sakit yang menyatakan terdakwa mengalami gangguan kejiwaan.

"Kami mohon agar sekiranya surat tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk keringanan hukuman untuk kakak saya pak," kata adik terdakwa.

Setelah mendengarkan pembacaan tuntutan, majelis hakim kembali akan melanjutkan persidangan pada Rabu pekan depan dengan agenda pembacaan putusan (vonis) terhadap terdakwa.

Untuk diketahui, aksi nekat terdakwa membakar rumah warga pada bulan Januari tersebut bermula saat terdakwa hendak meminta uang kepada ibu terdakwa untuk membeli narkotika jenis sabu.

Saat itu terdakwa memanggil ibunya yang sedang berada di warung namun tidak ada sahutan, sehingga terdakwa kembali ke rumah yangbdalam keadaan sepi lalu masuk ke dalam kamar orang tua terdakwa dan melihat sprey kemudian membakarnya.

Saat api mulai membesar merembet ke rumah tetangga lainnya yang sebagian besar rumah semi permanen, terdakwapun melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor adik terdakwa.

Akibat perbuatannya tersebut total 18 unit rumah warga ludes dilahap api dan ditaksir nilai kerugian seluruhnya Rp 1 miliar lebih.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved