Breaking News:

Terkejut Biaya Pilkades Serentak Naik 200 Persen, Balon Kades di Kecamatan Jejawi Ramai-Ramai Protes

Pada pilkades tahun 2015 lalu biaya hanya sebesar Rp 50 juta dibagi 5 calon, sedangkan saat ini biaya sebesar Rp 193 juta dibagi 4 orang calon.

ho/sripoku.com
Suasana Pilkades serentak yang berlangsung tahun 2019 lalu di Kabupaten Ogan Komering Ilir. 

Adi menegaskan untuk meminta perubahan pada penentuan biaya pilkades, karena menurutnya jika tidak dilakukan ia bersama balon kades lainnya akan melakukan protes dan demo ke kecamatan hingga kantor bupati.

"Jika kenaikannya dari Rp 50 juta jadi Rp 60 sampai Rp 70 juta masih wajar tapi kalau sudah 4 kali lipat ini banyak pertanyaan ada apa dan untuk apa," bebernya.

Adi juga sangat menyayangkan sikap Pemda OKI yang tidak bisa membiayai pelaksanaan pilkades.

Jikalau pemerintah memang memikirkan calon, separuh uang dari ADD dapat dianggarkan untuk pilkades. Sayangnya anggaran dari Bupati hanya sebesar Rp 7,5 juta yang sudah berbentuk barang Alat Pelindung Diri (APD).

"Atau bila perlu kita seperti di kabupaten OKU yang gelar pilkades secara elektronik atau online yang lebih mudah cepat dan akurat dengan biaya kecil," tuturnya.

Dikonfimasi terpisah Kepala Bidang Pemerintahan Desa dan Pembinaan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) OKI, Fauzan Nasrul, S.Sos mengungkapkan beberapa alasan terkait kenaikan biaya Pilkades.

Juga menurutnya, hal tersebut masih berupa rancangan dan pihaknya sedang dalam proses pembuatan surat edaran batasan insentif dan honor. 

"Iya, memang agak besar karena ada penambahan TPS. Jika melihat edaran Menteri di tiap TPS tidak boleh lebih dari 500  mata pilih,"

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

"Selain TPS bertambah, maka bertambah pula panitia KPPS sehingga insentifnya bertambah," terangnya.

Halaman
123
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved