Breaking News:

Terkejut Biaya Pilkades Serentak Naik 200 Persen, Balon Kades di Kecamatan Jejawi Ramai-Ramai Protes

Pada pilkades tahun 2015 lalu biaya hanya sebesar Rp 50 juta dibagi 5 calon, sedangkan saat ini biaya sebesar Rp 193 juta dibagi 4 orang calon.

ho/sripoku.com
Suasana Pilkades serentak yang berlangsung tahun 2019 lalu di Kabupaten Ogan Komering Ilir. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Menjelang pemilihan Kepala Desa serentak di kabupaten Ogan Komering Ilir, sejumlah Bakal Calon (Balon) Kades di kecamatan Jejawi terkejut melihat  besaran biaya yang harus mereka keluarkan.

Para balon kades itu pun protes karena  biaya pilkades serentak kali ini naik hingga 200 persen.

Menurut para balon kades  kenaikan ini tidak masuk akal, seraya mensinyalir bahwa ada oknum yang memanfaatkan momen pilkades tersebut.

Salah seorang Balon Kades Sukadarmo Kecamatan Jejawi, Adi Iskandar mempertanyakan maksud dan tujuan kenaikan biaya yang luarbiasa besarnya tersebut.

Dikatakannya, pada pilkades tahun 2015 lalu biaya hanya sebesar Rp 50 juta dibagi 5 calon sedangkan saat ini biaya sebesar Rp 193 juta dibagi 4 orang calon.

"Dengan kenaikan yang signifikan tersebut, belum ada penjelasan terkait membengkaknya biaya pilkades yang ditetapkan panitia beserta BPD desa," ungkapnya saat dihubungi melalui sambunga telepon, Selasa (13/4/2021).

Sambungnya, sebelum semua semakin terlanjur ia meminta kepada instansi terkait untuk mengkaji ulang anggaran pilkades dan akan lebih baik apabila besaran anggaran yang ditetapkan wajar.

"Tetapkan anggaran yang wajar, jangan semaunya. Bagaimana bisa memiliki pemimpin yang baik yang berkualitas untuk membangun desa, kalau baru mulai pilkades saja balon sudah dibebankan dengan biaya sebesar itu dan biaya yang kita keluarkan membengkak," pungkasnya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sriwijayapost di bawah ini:

Halaman
123
Editor: Azwir Ahmad
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved