Breaking News:

Dua Cara Tarawih Muhammadiyah, Mana Lebih Baik Pola 4-4-3 atau Pola 2-2-2-2-2-1, Ini Penjelasannya

Berikut ini adalah penjelasan tentang 2 pola sholat tarawih. Shalat tarawih ini bisa dikerjakan 11 rakaat

SRIPOKU.COM/Anton
Ilustrasi - Sholat Berjamaah. 

SRIPOKU.COM -- Berikut ini adalah penjelasan tentang 2 pola sholat tarawih.

Shalat tarawih ini bisa dikerjakan 11 rakaat (8 rakaat tarawih, 3 rakaat witir) atau 23 rakaat (20 tarawih dan 3 witir) 

Lalu bagaimana dengan pola salat tarawih pun bermacam, ada dengan pola 2-2-2-2-3 (2 rakaat tarawih dan 3 witir), ada pula yang melakukan pola 4-4-3 (4 rakaat tarawih dan 3 witir).

Lantas, bagaimana pelaksanaan ibadah tarawih menurut Muhammadiyah? Berikut penjelasannya.

Dua Cara Tarawih Muhammadiyah

Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Tri Sundani menjelaskan bahwa pada prinsipnya salat tarawih sama halnya dengan salat malam sehingga umat Islam wajib berlapang dada dengan perbedaan cara yang ada.

Imam mazhab seperti Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hambal misalnya melakukan salat tarawih dengan 20 rakaat dengan satu witir.

Sementara itu Imam Malik melakukan 36 rakaat dengan ditutup salat witir.

Menurut Agus, beberapa ulama atsar dan sahabat Nabi bahkan ada yang tidak membatasi jumlah rakaat salat tarawih.

“Salat tarawih itu kan disebut sebagai salat lail (salat malam), atau kalau bangun tidur disebut sebagai salat tahajud, kalau dilaksanakan di bulan Ramadan disebut dengan tarawih karena ada jeda istirahatnya,” terang Agus.

Halaman
123
Editor: adi kurniawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved